Selasa, Maret 12, 2019

SINOPSIS The Evolution of Our Love Episode 6 PART 3

PS : All images credit and content copyright : ZJTV


Ruoman dan An Zhuo keluar dari dua kamar mandi yang berbeda secara bersamaan, An Zhuo sangat terharu melihat Ruoman yang baru saja berganti baju itu.


Ruoman sudah lama sekali tidak mengenakan T-Shirt putih dalam waktu yang lama, An Zhuo tersenyum mendengarnya dan memuji jika hari ini Ruoman terlihat sangat cantik, Ruoman menanggapinya dengan sikapnya yang seperti biasa, mengatakan kalo An Zhuo sangat gombal. An Zhuo hanya tertawa mendengarnya.

“Kamu tidak suka mendengarnya? Kamu jelas tersenyum.”

An Zhuo menarik kedua tangan Ruoman agar lebih dekat dengannya, menatap wajah Ruoman dari jarak dekat. Ruoman yang malu dengan jarak sedekat itu kali ini berusaha untuk membalas tatapan An Zhuo dengan mengaakan siapa juga orang yang tidak akan suka jika di puji. Mereka sama-sama tersenyum lalu An Zhuo mengajaknya pergi dari sana.


Di rumahnya Luifei sedang mengeluarkan kotak barang-barang lama, dia mengecek beberapa handphone jadul miliknya. Ada satu handphone yang dia coba nyalakan tapi tidak bisa, dia mengeluarkan charger namun handphone tetap tidak mau menyala.


Sementara An Zhuo dan Ruoman masih jalan pulang berdua, dengan masih tetap bergandeng tangan.

Adegan kencan klasik yang aku lewatkan selama kuliah

Aku tidak berpikir aku akan menebusnya hari ini

An Zhuo tiba-tiba lompat membuat Ruoman heran sendiri.

“Apa yang kamu lakukan?”

“Aku ingin melompat karena bahagia. Yang mana yang kamu mau? Aku akan mendapatkannya untukmu.”

“Apakah kamu di sebut An yang berusia 3 tahun? hentikan itu.”
“itu yang hijau, kalau begitu.”


An Zhuo benar-benar melompat lagi untuk mengambilkan Ruoman daun, dia benar-benar menganggap daun itu adalah sesuatu yang berharga, sesuatu yang harus dia raih. 

“Sangat muda, persis seperti ini. Kita masih hijau.”

“Meskipun aku jarang mendapatkan bunga, ini pertama kalinya aku mendapatkan daun. Terima kasih.”

Ruoman tersenyum memegang daunnya itu.


Lalu mereka duduk di kursi taman, dengan Ruoman yang masih saja memandangi daunnya. Sementara An Zhuo menatapnya lekat.

An Zhuo mendekat dan menggenggam tangannya. Dan seketika Ruoman membeku.

“Ruoman. Sejujurnya, aku tidak pernah menganggapmu sebagai wanita yang lebih tua. Kamu terlihat sangat berani di luar, tetapi di dalam dirimu adalah seorang gadis muda yang membutuhkan seseorang untuk menjaganya.”

Saat An Zhuo mengatakan itu, sesuatu di dalam diri Ruoman mulai melunak, namun Ruoman masih saja menggunakan topeng sok tangguhnya.

“Jadi kamu memanggilku dengan namaku dari awal.”


Kali ini An Zhuo mulai berkaca-kaca, dia menggenggam tangan Ruoman lebih erat dan menciumnya.
“Man man, aku menyukaimu. Aku sungguh menyukaimu. Aku tau kamu menyukaiku juga. Aku tidak ingin menyembunyikannya lagi. Aku tidak ingin menutupi hal ini. Aku hanya ingin jujur memberitahumu perasaanku.”


Sekarang Ruoman benar-benar menangis, dia tidak bisa menahan air matanya lagi dan berpura-pura kuat di depan An Zhuo.

“Menyukai seseorang bukanlah kejahatan. Aku benar-benar bahagia ketika aku bersamamu. Senang sekali bisa bertemu denganmu.”


Dan malam itu untuk pertama kalinya An Zhuo memeluk Ruoman dan menangis bersamanya. Sumpah An Zhuo tuh sesayang itu sama Ruoman, sayang banget.


Sementara itu Qing Qing di kamarnya sedang memandangi fotonya bersama Luifei yang di ambil oleh temannya waktu pemotretan tadi apa kemarin ya, hehe lupa.pokoknya yang waktu itu.

Dia menaruhnya di dalam buku hariannya dan tidak lupa menulisan hari bersejarah itu, foto dirinya yang di ambil di rumah sakit.


Pulang dari jalan dengan An Zhuo, di rumah Ruoman langsung bercermin. Dia memastikan dan meyakinkan dirinya sendiri, sekalipun dirinya berusia 28 tahun namun dirinya masih terlihat sangat muda.


Saat itu ayah menghubunginya, tidak seperti biasa kali ini Ruoman mengangkatnya dengan lebih manis dan suara di buat-buat, sampai ayah terkejut dan tidak yakin kalo yang dia telpon adalah puterinya.

“Kamu mengejutkanku. Aku pikir aku menelepon nomer yang salah.”

Dan karena reaksi ayahnya itu Ruoman kembali marah-marah dan kesal, dia tidak terima apa dirinya seburuk itu untuk bertingkah lucu. Tapi karena dia sedang bahagia, Ruoman kembali melunak dan ingin memberitahu ayahnya tentang kabar baik yang baru saja terjadi dalam hidupnya, ayah kira itu tentang dirinya yang di promosikan dan ayah menyarankan agar Ruoman tidak terlalu mengejar karir, karena nanti laki-laki tidak bisa mengejar kecermelangan karir Ruoman.

Ruoman mulai menjelaskan kalo kenapa juga dia harus mencari laki-laki yang seusianya, usiakan bukan masalah. Namun kali ini ayah tidak ingin membahas hal yang tidak penting, dia tersenyum dan memberitahu kalo menurut acara di tv, Ruoman bisa jadi lemah saat memilih usia pasangannya dan ayah menemui seorang ahli untuk menghitung kecocokan Ruoman. Kata Ayah, Ruoman bisa menemukan seseorang yang lebih muda darinya.

Saat ayah bilang gini aku dan Ruoman udah pengen teriak KAN UDAH NEMU AYAH, UDAH NEMU INI HAHAHAHA. Si ayah mah ya.

Ayah menambahkan kalo jarak usianya tidak boleh lebih dari 5 tahun, dan jangan menemukan pasangan yang tahun lahirnya tikus. Pokoknya jangan yang 1972, 1984 atau 1996, mereka-mereka ini tidak banyak memiliki kesempatan untuk berhasil, lebih baik mencegah daripada menyesal di akhir.

Namun Ruoman tidak mempercayai takhayul seperti itu, dia bisa mengurusnya sendiri.


Keesokkan harinya saat Ruoman di bus, dia tidak sengaja mendengar obrolan penupang lain yang sedang membahas zodiak cowok libra, Ruoman sangat tertarik dengan obrolan itu yang sebelas dua belas dengan An Zhuo, di antaranya dia tampan tapi boros dan suka ngegombal, kata penumpang itu bahkan Leo atau virgo saja tidak bisa mengendalikan zodiac libra ini.


Ruoman berangkat ke kantor lebih pagi hari ini, nungguin An Zhuo tapi belum dateng-dateng, dari tadi liat jam sama meja An zhuo terus.


Nggak lama An Zhuo dateng dan di mejanya udah ada beberapa snack sama note dari mbak pacar, dia senyum terus noleh ke meja si mbaknya. Hahahahaha di dalem si mbak juga senyum gitu, manis.


An Zhuo terus nge chat Ruoman, ngasih emoticon love.

“Mari kita tidak pergi ke kantin bersama untuk makan siang.”

:”Apakah perusahaan melarang pacaran di kantor?”

“Tidak.”

“lalu apa yang kamu khawatirkan. Aku akan menunggumu di kantin. Jika kamu tidak muncul, aku tidak akan pergi.”

Ruoman ngambek manis gitu, mereka baru aja jadian tapi An Zhuo nggak mau dengerin apa yang dim au, hehehe lucu amat sih.


Di tempat lain Luifei sedang di konter hape, si mas-masnya nyaranin buat Luifei ganti hape aja, udah jadul juga hapenya kan, dia nggak bisa benerin. Pokoknya masnya ngira itu hape punya ayah atau kakek Luifei, jadi dia jelasin kalo itu hapenya dia sendiri. Mas-masnya yang tadinya ngeremehin banget jadi mulai sok-sok baik gitu wkwkwkw, dia mau coba tanyain dulu apa masih bisa di perbaiki atau tidak karena ada bagian di ponsel Luifei yang hilang dan itu di zaman sekarang susah banget nyarinya, mahal pula.

Hape itu pasti memiliki arti khusus untuk Luifei, sampai Luifei stress banget dan berusaha buat benerin hapenya. Dan untuk bocoran aja nih ya, dulu di hape itu Luifei pernah ngerekam omongan Ruoman waktu dia lagi mabuk. Waktu Ruoaman bilang…. Rahasia wkwkwkwk pokoknya di sinopsis sebelumnya pernah aku bilangin karena ada scene itu.

See ya, mulai sekarang bagi 3 part ya.

1 komentar


EmoticonEmoticon