Senin, Maret 11, 2019

SINOPSIS The Evolution of Our Love Episode 6 PART 2

PS : All images credit and content copyright : ZJTV


Sore ini sepertinya Ruoman dan An Zhuo akan ke bandara untuk menemui direktur Yang, dia sangat sibuk hingga sangat sulit untuk di temui.


Saat itu Xiao Qiao menghubungi Ruoman dengan panik, mereka sedang melakukan pemotretan untuk majalah seial musim dingin namun modelnya memiliki kuku jari kaki yang panjang dan dia tidak bisa memakai sepatu yang mereka bawa, Ruoman menyarankan agar Xiao Qiao menghubungi Xiaomei untuk membawa beberapa sepatu kesana, tapi masalah Xiao Qiao modelnya memiliki ukuran sepatu 40 jadi akan sulit.

Sebenarnya dari tadi asisten modelnya juga sudah menanyakan ke  Xiao Qiao beberapa kali dan sudah menunggu terlalu lama, Xiao Qiao hanya mampu menenangkan mereka dengan menyuruh mereka menunggu sebentar lagi.

Ukuran sepatu terbesar di perusahaan memang 40 jadi Ruoman juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk membantu Xiao Qiao, Ruoman menyarankan Xiao Qiao untuk berbicara ke modelnya lagi atau ganti dengan model baru saja.

Xiao Qiao tidak bisa, mereka sudah berusaha maksimal agar model ini menerima tawaran mereka. Dia benar-benar minta bantuan Ruoman, pasti Ruoman bisa menyelesaikan masalah ini. Tanpa mendengarkan Ruoman lagi, Xiao Qiao menutup telponnya.


Di dalam mobil Ruoman hanya diam, binging memikirkan solusinya. Tiba-tiba An Zhuo meminta izin agar dia mencoba memmbantu memecahkan masalahnya.


Xiao Qiao menemui model untuk produk perusahaan, dia benar-benar sangat menyesal atas ketidak nyamanan yang harus mereka rasakan, dia sekali lagi meminta model itu untuk menunggu sebentar lagi. Namun dari pihak sang model sudah tidak bisa, lagi pula perusahaan mereka hanya memiliki ukuran sampai 40 mana mungkin tiba-tiba ada sepatu berukuran 41. Mereka ingin bekerja di lain waktu saja.


Untung saja saat itu An Zhuo datang, dia membawa sepatu berukuran 40.5 dan juga seorang master dalam perbaikan sepatu, katanya durektur mereka (Ruoman) secara khusus mengundangnya kesana. Perusahaan mereka sangat tau kesulitan yang model itu rasakan oleh karena itu perusahaan mereka mwlakukan segala cara agar dapat mengurangi kesulitan tersebut.

Tapi dari kardus sepatu itu jelas-jelas ukuran 40, asisten model itu sedikit tidak terima ketika menyampaikan hal itu dan An Zhuo dengan sabar menjelaskan jika itu adalah produk sampel, sepatu baru biasanya memiliki kulit yang lebih kuat karenanya sepatunya cenderung akan lebih nyaman jika di gunakan berulang. An Zhuo sangat menyarankan agar model itu mencobanya terlebih dahulu dan dengan itu modelnya akhirnya mau mencobanya juga.


Ruoman baru saja keluar dari kantor dan An Zhuo memanggilnya dia tersenyum saat melihat Ruoman melihat kaearahnya dan menghampirinya.

Ruoman heran karena ini sudah jam pulang kantor dan kenapa pula An Zhuo masih datang ke kantor padahal seharusnya langsung pulang saja. Ruoman juga menyampaikan bagaimana direktur Qiao sangat senang dengan hasil kerja An Zhuo tadi.

Melihat An Zhuo yang berkeringat Ruoman memberikannya tissue.

“Akan baik-baik saja jika kamu nanti menghubungiku, kamu tidak perlu kesini.”

“Aku tidak terlalu memikirkan itu. Karena sudah selesai, aku sangat ingin bertemu denganmu. Aku tidak bisa menunggu sedetikpun.”

Ruoman agak terkejut mendengar jawaban An Zhuo, dia hanya bisa mengatakan kalo An Zhuo hari ini sudah bekerja keras dan menyudahi obrolan mereka agar An Zhuo segera pulang untuk istirahat.


Ruoman sudah akan pergi namun An Zhuo langsung memotong kata-katanya, membuat Ruoman berbalik lagi.

“Tunggu sebentar. Apakah kamu punya rencana nanti? Jika tidak, datanglah makan malam bersamaku.”

Dalam hati Ruoman dia mengatakan kalo akhirnya An Zhuo tidak bisa menyembunyikan perasaannya lagi. 


Ruoman kembali ke sikapnya seperti biasa, dia menanyakan kenapa An Zhuo mengajaknya untuk makan bersama,  An Zhuo mencari alasan yang sekiranya masuk akal, dia beralasan kalo dia belum membayar makan malam waktu hari valentine itu. Ruoman tidak mempermasalahkannya, anggap saja itu tidak apa-apa dan agar An Zhuo tidak terbebani, merasa sudah cukup Ruoman berbalik dan akan pergi lagi.


Namun kali ini An Zhuo menahannya dengan tangannya sendiri, menarik Ruoman agar berbalik menghadap kearahnya lagi. Dan An Zhuo kali ini lebih serius dari biasanya.

“Aku tidak punya alasan, dan aku tidak dapat menemukan alasan. Aku hanya ingin makan denganmu.”


An Zhuo menarik tubuh Ruoman agar lebih dekat dengannya, dengan tetap menyampaikan apa yang ingin dia katakan.

“Kita sedang tidak bekerja sekarang. Kamu bukan atasanku lagi. Semua waktumu adalah milikku. Aku punya sesuatu yang sangat penting untuk dikatakan padamu.”

Dengan merasa tidak nyaman Ruoman mencoba melepaskan tangan An Zhuo yang menahannya, dia benar-benar sangat gugup namun menerima ajakan An Zhuo. Dia berbalik untuk berjalan lebih dulu dan tersenyum bahagia, begitupun An Zhuo yang mengikutinya dari belakang dengan sama bahagianya.

*An Zhuo manis banget dan kayaknya aku oleng deh, aku kapal An Zhuo Ruoman sekaran hahahahaha maafkan aku Luifei.


Dan Luifei kita semua sedang ada deflower shop, dia melihat banyak bunga namun kaktus hijau muda menarik perhatiannya, dia mengambil kaktus itu dan seperti memikirkan sesuatu.


Dan mala mini di tengah ramainya pasar malam ada Ruoman dan An Zhuo yang sedang jalan berdua, An Zhuo mengulurkan tangannya namun Ruoman kira meminta tas Ruoman jadi dia memberikan tasnya, An Zhuo tersenyum melihatnya dan mengulurkan tangannya lagi, membuat Ruoman kebingungan.

“terlalu banyak orang. Aku takut aku akan kehilanganmu.”

Dengan malu Ruoman berjalan terlebih dahulu dan mengatakan kalo dirinya bukanlah anak berusia 3 tahun. langkahnya yang di awal tergesa-gesa kini melambat, dia ingat dirinya harus mengurangi sikapnya yang sok tangguh dan mulai membiasakan sikap yang lebih lembut dan manja.


An Zhuo menawarkan ayam goreng Taiwan dan Ruoman mengiyakannya lalu mereka pergi untuk membeli dua ayam Taiwan. Di dekat penjual ayam goreng Taiwan Ruoman melihat penjual popcorn jadi dia ingin membelinya, An Zhuo menahannya, dia yang akan ke sana biar Ruoman yang disini saja. Lagi-lagi sikap An Zhuo membuat Ruoman merasa di lindungi.


Menghabiskan uang atau menghabiskan waktu adalah cara untuk mengekspresikanmu menyukai seseorang

Jika apa yang di belanjakannya untukmu adalah sesuatu yang tidak banyak ia miliki maka apa yang dia ungkapkan mungkin adalah cinta

Dalam narasinya itu Ruoman menatap An Zhuo yang di seberang sana sedang tersenyum kepadanya, dia membalas senyum itu dan setelah pesananya selesai dia langsung menghampiri an Zhuo.


Ruoman sudah lama sekali tidak mencicipi makanan yang di beli An Zhuo, jadi makanannya tuh kaya kerupuk tadi panjang gitu, nah Ruoman iseng mainin itu jadi teropong eh waktu neropong An Zhuo malah dimakan, Ruoman yang belum biasa dengan sikap An Zhuo yang seperti itu masih saja sering terkejut.


Ruoman langsung mengalihkannya dengan ingin pergi ke tempat lain, di ramainya pasar malam itu mereka berlari-larian kecil, lucu. 


Malam ini Qing Qing dan teman laki-lakinya yang waktu itu juga sedang makan malam bersama, Qing Qing masih sangat penasaran dengan wanita yang dulu pernah memberi Luifei bunga itu, menurut temannya itu mungkin saja Luifei di masalalu pernah di sakiti oleh seorang wanita dan di tinggalkan makannya menjadi seperti itu, Qing Qing juga sebenarnya berpikiran yang sama.

Gaji Luifei walaupun tidak aling besar di rumah sakit namun dia paling dermawan. Kata teman Qing Qing kalo dirinya kaya dan dermawan itu di sebut dermawan, sedangkan jika dirinya miskin tapi dermawan maka itu di sebut boros, berarti Luifei itu boros.

Temannya tanya apa Qing Qing tau Luifei sudah memiliki rumah atau mobil tapi ternyata Qing Qing tidak tau tentang hal itu, temannya itu marah karena Qing Qing terlalu ceroboh nyatain perasaannya tanpa tau hal-hal seperti itu secara detail, dia juga bersyukur untung Luifei menolaknya.

Qing Qing sama temennya ini udah kaya Luifei sama Ruoman, persahatan mereka hampir sama.


Ruoman sama An Zhuo baru aja makan bareng dang Ruoman makan banyak banget dia ngerasa dietnya bakal sia-sia kalo gini, tapi An Zhuo bilang kalo Ruoman itu kurus banget, kalo makan lebih banyak pasti makin cantik. Ruoman senyum aja sambil jelasin kalo metabolisme pada usianya tidak sebaik usia An Zhuo.

An Zhuo tidak suka Ruoman terus menerus mengingatkan dirinya tentang perbedaan usia di antara mereka, hal itu malah membuat Ruoman berpikir apa jangan-jangan An Zhuo memiliki masalah dengan ibunya mungkin. Mendengar hal itu An Zhuo hanya tertawa, pemikiran Ruoman sangat konyol sekali baginya.

“Percaya padaku, ibuku sangat mencibtaiku. Aku tidak kekurangan kasih sayang ibu. Aku tidak bisa berkata apa-apa.”


Di dekat mereka ngobrol tadi ada abang-abang jualan kaos jadi An Zhuo kesana, abang-abangnya nawarin kaos couple gitu tapi An Zhuo kayaknya ad aide dan nyari-nyari apa yang dia mau. Dia membeli kaos couple putih polos setelah membayar ke abangnya dia ambil spidol dan mulai corat-coret kaos yang baru saja di beli itu.

An Zhuo menggambar sepatu berhak, cantik banget gambarnya, setelah selesai dia ngeliat Ruoman minta tanggapan Ruoman, eh malah si abangnya duluan yang ngasih pujian kalo gambar An Zhuo sangat bagus dan mengira An Zhuo itu seorang seniman, An Zhuo tersenyum mendengarnya dan Ruoman di sampingnya juga tersenyum karena memang gambarnya sebagus itu.


Setelah menyelesaikan gambarnya, An Zhuo meminta Ruoman untuk melanjutkan gambarnya, tapi Ruoman nggak bisa gambar, alhasil An Zhuo ngajarin Ruoman buat gambarnya.


Saat gambarnya selesai Ruoman bahkan nggak nyangka kalo gambarnya akan sebagus itu.


Abangnya bilang sama Ruoman agar pacarnya gambarin semua bajunya hahahaha, sebagai imbalannya dia mau kasih kaos itu gratis buat mereka. Saat si abang nyebut An Zhuo sebagai pacarnya, An Zhuo terus menatap wajah Ruoman sementara Ruoman akan menjelaskan ke si abang kalo dia bukan pacar An Zhuo, tapi An Zhuonya sengaja banget motong pembicaraan mereka dengan ngajak Ruoman untuk pergi dan ganti baju.

Tanpa aba-aba An Zhuo langsung mengenggam tangan Ruoman dan mengajaknya pergi, Ruoman hanya tersenyum malu, dan mengikuti An Zhuo.


Sepanjang jalanan pasar yang ramai mereka terus bergandengan, Ruoman jelas khawatir dan An Zhuo menyadari hal itu.

“Jangan khawatir kamu sangat muda dan cantik. Selain itu, tidak ada yang memperhatikan kita. Ayo pergi!”

Ruoman tersenyum sangat lebar dan ikut berlari-lari kecil di ramainya pasar malam itu. Dia sangat bahagia.

Comments


EmoticonEmoticon