Minggu, Februari 24, 2019

SINOPSIS The Evolution of Our Love Episode 4 PART 2

PS : All images credit and content copyright : ZJTV


Setelah pulang dari rumah Sunnie, Ruoman dan Luifei pergi ke kafe, seperti biasa Ruoman menceritakan apa yang dia alami, seperti contohnya kemarin saat rekan kantornya, Kai Ruei yang tiba-tiba datang dan menanyakan apa Ruoman membawa payung atau tidak dan setelah An Zhuo datang Ruoman merasa di selamatkan, dengan berbinar-binar Ruoman menceritakan semua itu, bagaimana perlakuan-perlakuannya bisa membuatnya jatuh cinta.


Luifei tidak menanggapi hal itu, dia hanya mendengarkan seperti biasa dan hal itu membuat Ruoman ingin mendebatnya, menuntut tanggapan. Bagi Luifei hal itu aneh kenapa jika laki-laki itu sudah bisa membuat Ruoman jatuh cinta kenapa juga harus membawakan payung.

Bagi Ruoman sebelum dia tau bagaimana An Zhuo memandangnya, entah mungkin An Zhuo hanya memandangnya sebagai atasannya atau memandang Ruoman sebagai wanita, dia tidak akan menujukkan perasaannya secara terang-terangan. Tapi jika An Zhuo memang memandangnya sebagai atasannya, bukankah perlakuannya selama ini terlalu berlebihan.

Ruoman : “Apa kamu akan memberitahu atasanmu bahwa parfumnya berbau harum? Apa kamu akan membangunkan dia di pagi hari dan membawakan snack? Tetapi jika dia melihatku sebagai seorang wanita, kenapa aku merasa dia terlalu tenang. Kenapa aku tidak bisa melihat emosi kecil itu, sedikit kegembiraan, sedikit gugup ketika laki-laki muda sedang jatuh cinta? Dan sedikit kejanggalan kecil.”
Luifei : “kalian berdua baru bertemu satu sama lain. Kamu sudah memiliki begitu banyak emosi.”

Ruoman bertanya walaupun belum satu bulan, apakah benar cinta tumbuh seiring waktu, jika memang itu benar mungkin dia dan Luifei sudah menikah sekarang.”

Mendengar hal itu Luifei yang sedang makan menghentikannya, pandangannya fokus pada Ruoman, terkejut. Dan Ruoman jelas melihat itu, dia menegaskan sekali lagi kalo dirinya mengatakan jika, bukan apa yang ada di pikiran Luifei sekarang yang mungkin berpikir Ruoman ingin.


Seorang pelayan datang membawakan sup ular, Ruoman langsung menjauhkan tubuhnya, reaksi wajar ketika tidak menyukai sesuatu. Luifei bertanya apa Ruoman tidak mau meminum sup itu, sebagai gantinya dia yang akan meminumnya. Melihat Luifei meminum sup itu tanpa masalah membuat Ruoman heran, sementara Luifei malah menggodanya dengan mengatakan jika dirinya kali ini telah menyelamatkan Ruoman juga, apakah Ruoman juga akan jatuh cinta kepadanya. 

Mendengar hal itu langsung membuat Ruoman marah-marah. Ah tapi dia baru ingat jika dari tadi mereka hanya membicarakan tentang Ruoman, dan kayaknya Luifei juga nggak perlu banyak cerita tentang dirinya sendiri, bahkan Sunnie saja bertanya mengapa Luifei tidak menemukan pacar.

Ruoman juga menanyakan tentang seorang guru biologi yang pernah pergi ke pasar bunga bareng Luifei, sementara itu Luifei mengaku kalo dia sudah lama kehilangan kontak dengan guru biologi itu. Setelah ribut beberapa menit handphone Luifei bunyi, seseorang menelponnya.


Luifei mengangkat telponnya dan satu dua kalimatnya menjawab pertanyaan dari orang di seberang sana. Karena Ruoman penasaran akhirnya dia mengambil handphone yang sedang di gunakan Luifei.


Setelah memperkenalkan kalo dirinya teman Luifei, Ruoman begitu terkejut sekaligus heboh ketika tau yang menelpone Luifei adalah cewek.


Setelah mengatakan pada perempuan itu kalo dirinya tidak menganggu bahkan sekarang Ruoman bertanya apa perempuan itu sudah makan atau belum dan mengajaknya untuk makan bersama dia dan Luifei. Mendengar apa yang Ruoman katakan membuat Luifei benar-benar tidak habis pikir. Dan Ruoman puas sekali mengerjai Luifei.


Dan perempuan itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Qing Qing, dia saat ini sedang di toilet dan sedang berdandan. 


Qing Qing datang dan langsung ke meja Luifei dan Ruoman, setelah mengenalkan dirinya ke Ruoman, Qing Qing terkejut saat mendengar suara Ruoman sekaligus teringat jika Ruoman adalah wanita yang dulu sempat dia temui di bus, dengan antusian Qing Qing memberitahu Luifei, sementara Ruoman bingung dan dari tatapannya meminta Luifei menjelaskan apa yang sedang terjadi. 


Setelah mengingat hal itu Ruoman tersenyum dengan ramah ke Qing Qing, membuat Qing Qing senang karena Ruoman juga masih mengingat kejadian itu. Terlebih Qing Qing tidak menyangka yang ditemuinya adalah teman dari Luifei.


Ruoman menyuruh Qing Qing untuk duduk, dia sengaja mengambil tasnya yang ada di kursi sebelah tapi yang tak di sangka Qing Qing malah memilih duduk di samping Luifei.  Membuat Luifei dan Ruoman menjadi canggung sementara Qing Qing seperti merasa itu bukan masalah.


Qing Qing memberitahu Luifei kalo dia sudah menyetrika matel yang kemarin Luifei pinjamkan kepadannya, Luifei sendiri jadi merasa tidak nyaman, bahkan sejak kehadiran Qing Qing dia benar-benar terlihat tidak nyaman. Ruoman hanya melihat tingkah keduanya ini dengan heran, berpikir kalo mereka mungkin sedang dengan sengaja memarerkan perasaan romansa mereka.

Qing Qing bertanya pada Ruoman bagaimana dia bisa mengenal Luifei, sebelum Ruoman menjawabnya Luifei sudah menjawab terlebih dahulu kalo mereka teman sekelas waktu SMA, Qing Qing merasa Luifei dan Ruoman itu keren karena masih bisa berhubungan baik hingga selama ini. Saat Qing Qing mempertanyakan kedekatan mereka, dengan tatapan lurus ke Ruoman, Luifei membenarkan kedekatannya itu dan di detik yang sama Ruoman menyangkalnya.


Setelah mengatakan apa yang di pesannya, Luifei langsung memanggil pelayan.

Ruoman bertanya bagaimana cara Qing Qing bisa bertemu dengan Luifei, dan kali ini bukan Luifei yang menjawabnya, sepenuhnya pertanyaan itu di jawab oleh Qing Qing, mengatakan kalo mereka adalah rekan kerja. Setelah paham dengan situasinya Ruoman berkomentar kalo hal itu menyenangkan. 

Luifeidengan perhatian bertanya apa Ruoman mau kue durian lagi dan dijawab ketus oleh Ruoman kalo dia sudah kenyang. 


Luifei menyingkirkan tulang dari ikannya dan Qing Qing pikir itu dilakukan untuk dirinya, dengan senang dia menggulurkan mangkoknya, mau tidak mau Luifei memberikan ikannya untuk Qing Qing. 

Kepada Ruoman dan Luifei, Qing Qing menceritakan jika saat masih kecil dia bermimpi jika dia sudah besar dia akan bertemu dengan pria yang akan memperdulikan ikan untuknya dan jika Qing Qing menemukannya, dia ingin menikahi pria itu. Mendengarnya Luifei yang sedang minum langsung tersedak, sementara Ruoman hanya tertawa geli.

Qing Qing menawari Luifei udang yang sudah ia kupaskan dari cangkang, tapi Luifei menolaknya dan saat menawari Ruoman juga ditolak karena Ruoman sudah kenyang. Melihat Ruoman menolaknya membuat Qing Qing berpikir menjadi wanita itu sangat sulit, mereka harus mempertahankan figure mereka, ah untungnya dirinya masih muda dan tidak akan gemuk tidak peduli seberapa banyak yang dia makan, Ruoman yang akan kembali memakan kue duriannya menjadi urung mendengar hal itu, sebal sekali dan menatap Luifei yang ada di depannya. 

Kali ini Qing Qing menyinggung perihal hari valentine yang membuat Ruoman jelas terkejut, an Luifei yang terlalu malu dan risih member Qing Qing banyak makanan dan memintanya untuk berhenti bicara, hanya makan saja.
Setelah itu Ruoman izin ketoilet kepada mereka.


Di toilet Ruoman mengeluarkan segala unek-uneknya yang membuat dirinya sebal sendiri.

Ruoman : “Dia terus bersandar ke kiri dan ke kanan. Bukankan dia punya tulang? Tersenyum. Tersenyum. Tersenyum. Apakah dia meminum beberapa pil tersenyum?! Perasaan Luifei… lelucon seperti itu.”

Denga masih kesal itu Ruoman menghubungi Sunnie, melapor padanya agar tidak perlu mengkhawatirkan Luifei yang masih melajang. Luifei sekarang sedang menjalin hubungan dengan seseorang hanya saja dia tidak memberitahu mereka. Ruoman juga sebal sekali, dia dan An Zhuo bahkan belum ada apa-apa tapi dirinya selalu melaporkannya pada Luifei, sementara ini Luifei tidak pernah membicarakan apapun.

Ruoman : “Tapi bagaimana dengan dia? Dia dan perempuan muda itu seperti benang dan jarum, tidak memisahkan diri setelah ketagihan bersama. Kami bertemu saat hari valentine tapi dia tidak memberitahukan apa-apa. Penilaianmu sebelumnya mungkin benar, mungkin dia memiliki anak diluar nikah.  Aku bahkan tidak akan terkejut jika suatu hari nanti, tiba-tiba muncul ada seorang anak dan memeluk kakinya, memanggilnya ayah.”

Ruoman mengakhiri telponnya dengan berjanji dirinya tidak akan kalah taruhan dengan Luifei. Sekalipun dia masih sebal dia juga harus tersenyum.


Ruoman jadi memikirkan sesuatu, dia mengirim voice note bertanya apa orang itu bisa pergi keluar saat itu.


Saat keluar dari kafe Luifei ingin mengantar Ruoman pulang tapi jelas Ruoman menolak hal itu, biar Qing Qing sama Luifei saja yang pulang bersama, Qing Qing juga menyarankan untuk mengantar Ruoman pulang, dia tadi makan banyak dan membutuhkan jalan-jalan, mendengar itu Ruoman malah menyarankan agar tidak melakukan kegiatan yang berlebihan karena makan terlalu kenyang. Ruoman dengan tersenyum mengatakan kalo seseorang akan menjemputnya.

Tidak lama An Zhuo datang dan langsung menyapa mereka. Luifei terus memperhatikan An Zhuo saat Ruoman sedang memperkenalkan An Zhuo.


Wajah An Zhuo terlihat terkejut saat tiba-tiba Ruoman mengandeng lengannya, dan pamit kepada mereka.

Dan pandangan Luifei tidak lepas sampai Ruoman dan An Zhuo hilang di jalanan. Sepertinya Luifei mengkhawatirkan Ruoman.


Qing Qing : “Seorang pria mencari gadis yang lebih muda darinya itu normal. Bagi seorang wanita untuk mencari seseorang yang lebih muda darinya diantara begitu banyak pria, dia punya pesona yang cukup kuat.”

Luifei : “Kamu masih sangat myuda, tetapi pemikiranmu begitu kuno.”


An Zhuo dan Ruoman jalan berdua untuk pulang, Ruoman dengan malu meminta maaf karena sudah menyuruh An Zhuo datang larut malam, An Zhuo tidak mempermasalahkan hal itu, dan mengatakan Ruoman bisa memanggilnya kapan saja. Tapi tetap saja Ruoman tidak enak karena ini urusan pribadinya. 

An Zhuo : “Sebenarnya sudah lama sekali sejak aku berjalan seperti ini. Sangat menyenangkan berjalan seperti ini.”

Apa yang harus aku katakana selanjutnya?

Kita harus berjalan bersama krtika kita punya waktu?

Ditengah kebimbangannya itu Ruoman di tanya An Zhuo apa kakinya lelah karena memakai sepatu hak tinggi, Ruoman menyangkalnya, dia sudah terbiasa seperti itu, bahkan dia bisa mengejar mobil dengan sepatu seperti ini. 


Akhirnya Ruoman menanyakan uang taksi yang tadi An Zhuo pakai, dan berniat untuk menggantinya. Menurut Rouman karena dia sudah meminta An Zhuo datang dan sekaligus membantunya makannya dia harus member An Zhuo uang.


An Zhuo : “Apakah aku hanya asisten di mata kamu? Kamu tidak pernah menganggap aku sebagai teman?”

Ruoman : “Tentu saja tidak. Aku juga ingin tau apa yang ada di matamu. Kenapa kamu begitu baik padaku tanpa syarat? Apakah kamu melihatku sebagai atasan atau temanmu?”

An Zhuo : “Kamu adalah atasanku dan juga temanku. Keunggulan di tempat kerja tidak ditetapkan selamanya, tetapi serang teman dapat bertahan selamanya.”

Ruoman : “Apakah kamu memperlakukan semua temanmu dengan baik seperti ini?”

An Zhuo tertawa mendengar pertanyaan itu, membuat Ruoman bingung dan malu.

An Zhuo : “Ini bukan apa-apa. Aku hanya memikirkan itu, kamu terlihat manis saat menanyakan itu.”


Mendengarnya membuat Ruoman terkejut, apa barusan An Zhuo menyebut dirinya manis? Bahkan saat dirinya berusia 18 tahun jarang ada seseorang yang memanggilnya seperti itu.

An Zhuo : “Tapi jangan khawatir, aku tau apa yang harus aku lakukan. Di kantor aku akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan asisten.tetapi secara pribadi, kita bebas melakukan apa saja.”

An Zhuo tersenyum dengan jail yang lagi-lagi membuat debar Ruoman semakin tidak menentu.


Setelah lama berjalan dalam diam akhirnya Qing Qing memecah hening, Qing Qing ingin di antar sampai sana saja dan Luifei langsung ingin pergi namun di cegah Qing Qing, dia bertanya apakah dirinya menganggu Luifei karena setelah dia datang, mereka jadi pada diam dan tidak banyak bicara. Apa mungkin itu karena Qing Qing tidak cukup bertindak baik? Atau mungkin dia sudah mengatakan hal yang salah dan tidak menyadarinya.

Luifei : “Dalam hidupku, teman-teman dan rekan kerjaku terpisah. Apakah kamu mengerti?”

Qing Qing : “Aku mengerti. Aku adalah rekan kerja sekaligus temanmu. Aku sangat suka kak Ruoman. Dia bahkan membantuku sebelumnya. Aku benar-benar ingin berteman dengannya. Aku tidak punya banyak teman di Beijing.  Jadi aku menghargai kemungkinan dari pertemuan ini. Atau apakah kamu tidak memiliki niat memperlakukan aku sebagai teman?”

Mendengar hal itu lagi-lagi Luifei tidak tega dan jelas menjawab kalo ya mereka adalah teman. Luifei permisi pulang.


Setelah Luifei pergi, Qing Qing membatin kapan kata teman itu bisa berganti menjadi teman perempuan alias pacar maksudnya.


Ruoman sudah pulang dan sekarang sedang tiduran di sofa sambil mengerak-gerakkan kakinya, dia masih mengerutu karena omongan Qing Qing,

Luifei sedang ada di taman dan mengirimi Ruoman pesan.

Setelah dibuka ternyata Luifei menjelaskan kalo dia dan Qing Qing hanya rekan kerja biasa. Ruoman langsung membalikkan posisinya dan menelpon Luifei, dia memarahi Luifei yang tidak melapor padanya, dimana kejujurannya, tidak bisakah mereka taruhan dengan adil. Dari pada membalas omelan Ruoman itu Luifei lebih memilih mengatakan kalo dia sedang ada di luar apartemen Ruoman, kalo mau marah-marah mending kesini aja, itu kata Luifei.


Ruoman menunggu di taman, dan Luifei tidak lama datang dengan beberapa bird an plastik ditangannya, Ruoman sudah berjaga-jaga kalo dirinya tidak semudah itu untuk di suap.

Luifei duduk dan membuka birnya, dia menjelaskan bukan karena dia sengaja tidak ingin melaporkannya hanya saja hubungannya dengan Qing Qing hanyalah rekan kerja dan teman. Ruoman masih saja menuduh Luifei berbohong padahal dirinya yang memanggil Qing Qing untuk  makan bersama mereka. 

Ruoman : “Apakah aku orang yang mengatur kencan hari valentinemu juga?”

Luifei : “Ikan di hari valentine itu adalah kelas memasakku. Aku melihat dia di jalan sedndirian dan itu menyedihkan.”

Ruoman : “hentikan itu. Kamu pikir aku bodoh. Aku tidak tertarik dengan detail itu. Aku sedang membuat pengumuman sekarang.”


Ruoman berdiri dari duduknya.

Ruoman : “Aku mengubah ketentuan perjanjian taruhan kita. Tak perlu melaporkannya kepada orang lain lagi mulai sekarang. Mengetahui diri sendiri tetapi tidak mengetahui musuhmu. Seperti itu perasaan cemas dan berkabut karena tidak mengetahui kemajuan orang lain. Itu bagus karena tidak mungkin aku kalah denganmu.”

Luifei menjawab omongan Ruoman yang langsung didebat habis oleh Ruoman, keputusan yang salah ketika Luifei harus buka suara menanggapi omongan Ruoman.

Ruoman : “Apakah hari valentine adalah hari yang kamu habiskan bersama rekan kerjamu?”

Luifei : “Bukankah kamu menghabiskan hari valentuine dengan asistenmu juga?”

Lagi lagi Luifei salah ngomong,


Ruoman : “Aku sangat tidak tau malu untuk memarahimu, kan? Apa yang aku miliki terhadapnya bukanlah niat ‘rekan kerja’ mu yang biasanya.”

Luifei : “Aku benar-benar tidak punya pemikiran lain.”

Luifei dengan nada menyerahnya membenarkan apa yang Ruoman katakana dan memintanya untuk duduk dan jangan marah-marah lagi. Setelah duduk Ruoman mengatakan kLuifei bisa saja mengakuinya atau hanya perlu berdebat dengan dirinya.

Ruoman : “Kamu harus belajar menghadapi kelemahan seseorang. Lakukan lebih banyak perenungan. Sebagai teman terdekatmu, aku harus mengingatkanmu tentang ini. Bisakah kamu tidak menatapnya dengan perasaan yang lembut lain kali? Berhenti memberikan apapun yang dia minta dan menjadi perhatian dalam setiap cara yang mungkin. Bagaimana mungkin seseorang tidak salah paham denganmu? Jika aku tidak mengenalmu dengan baik, aku akan salah paham juga.”
Luifei setuju dia akan lebih menyadari hal itu mulai dari sekarang.


Ruoman : “Jika bukan karena aku yakin dengan karaktermu, aku juga akan berpikir bahwa aku telah memilih teman yang salah. Tentu saja, aku juga memikirkan tindakanku. Berapa hari terakhir ini, aku memang sedikit mudah marah dan rapuh. Namun kenyataannya, terhadap masalah kamu memiliki pacar, aku memiliki sikap berharap anda sehat.”

Luifei : “Aku tidak berkencan.”

Ruoman : “jika kamu tidak segera mendapatkannya, orang-orang berpikir kamu memiliki masalah. Tetapi jika kamu akan menemukan satu kamu harus mendapatkan yang cocok denganmu. Mari kita bicara tentang Qing Qing ini. Meskipun aku hanya melihatnya beberapa kali dan tidak mengenalnya dengan baik, tapi aku tau kamu dengan sangat baik. Dia terlalu imajinatif dan terlalu lembut. Itu tidak cocok denganmu. Kamu harus menemukan seseorang dengan kepribadian yang kuat.”

Luifei sama sekali tidak menyangkal dengan apa yang Ruoman katakan.

Comments


EmoticonEmoticon