Senin, Februari 18, 2019

SINOPSIS What's Wrong Poong Sang Episode 10 PART 1

PS : All images credit and content copyright : KBS2


Jung sang telah kembali ke rumah sakit dan tampak berbaur di kantin rumah sakit..
Tapi seorang dokter malah menyinggung jung sang yang kembali bekerja dengan cepat dan orang yang hampir jadi kepala (mungkin maksudnya ji ham) mendadak dipindahkan ke pusat trauma


Jung sang terkejut dan menelpon ji ham 
Jung sang bertanya kenapa ji ham rela dipindahkan demi jung sang 


Ji ham menjawab dia kehilangan jung sang dan tidak ada yang berarti baginya 
Jung sang bertanya bagaimana situasinya di rumah.. ji ham meminta maaf karena dirinya yang payah dan melarang jung sang untuk menelponnya lagi lalu mengucapkan selamat tinggal


We sang datang ke rumah young pil
Young pil sedang memasak

Young pil akan membuka acar sayur tapi we sang mengatakan young pil yang berbeda dari penampilannya sekarang 


Young pil: “bagaimana penampilanku?”
We sang: “seperti pemalas?”
Young pil: “mungkin penampilanku begini, tapi hobi dan keahlianku memasak, ada perlu apa kemari?”
We sang: “berpatroli. Jika menemukan bedebah itu lagi, aku akan menghancurkannya kuncilah pintumu.”


Young pil: “dia meneleponku dan aku mengumpatinya”
We sang: “kubilang tutup teleponnya dan jangan bicara dengannya kenapa tidak menurut? Hapus nomornya”
Young pil: “aku sudah menghapusnya kurasa dia gelisah setelah kamu memukulinya” 
We sang: “jangan asal memanggilku, panggil aku oppa mengerti?”


young pil hanya tersenyum lalu mengambil mangkok dan memberikannya kepada we sang
“ikuti aku, oppa” kata young pil yang membuat we sang tersenyum lebar


Young pil mengambil sesuatu di dalam kendi
We sang: “kamu membuat ini sendiri?”
Young pil: “ya mau mencobanya?”
We sang tidak mau mencoba dengan jarinya,,, tapi ingin mencobanya dengan jari young pil
We sang lalu mengambil tangan young pil dan memasukkannya ke dalam mulutnya...
Young pil terkejut dan malu lalu pergi
We sang hanya tertawa melihat young pil


Boon shil berdandan sangat lama,, poong sang menyuruhnya untuk berhenti karena boon shil sudah terlihat sangat cantik 
Boon shil merasa bahagia karena mereka bertiga akan pergi bersama... poong sang bertanya apakah boon shil sudah memasak tapi boon shil menjawab buat apa dia memasak jika mereka akan keluar untuk makan


Boon shil juga mengatakan mereka bisa memesan makanan atau ramyeon boon shil menyuruhnya diam karena boon shil hampir marah 
“baiklah aku tidak peduli jika mereka mati karena kelaparan” kata poong sang
Boon shil yang mendengarnya tidak memedulikannya


Boon shil memanggil joong yi
Joong yi: “benarkah kita akan makan steik?”
Boon shil: “tentu saja ibu sudah memesan tempat itu restoran keluarga paling terkenal disini”
Joong yi: “aku sudah pamer kepada teman temanku kalian tidak boleh makan sebelum memotret aku akan mengunggahnya di internet” 


Boon shil: “kamu tidak akan memakannya, bukan? Biarkan joong yi memamerkan ini sekali saja”
Poong sang: “ayah tidak akan makan hari ini lakukan apapun sesuka hatimu”
Mereka pun pergi dengan bahagia 


Dal ja melihat mereka bertiga dan bertanya dimana yang lainnya.. dal ja juga melihat boon shil yang memakai riasan dan mengatakan ternyata boon shil tidak terlalu jelek.. joong yi menyuruh ibunya untuk memakai riasan terus menerus
Tapi dal ja menyelanya dan mengatakan boon shil tidak sempat memakai 
make up karena mencuci mobil seharian,, dal ja bertanya apakah mereka akan pergi ke bioskop dan poong sang menjawab mereka akan pergi makan bersama


Mereka akan pergi tapi dal ja malah mengatakan bagaimana poong sang bisa makan enak tanpa adik adiknya, poong sang mencoba tidak memedulikannya
Tapi dal ja malah menyebut hwa sang yang mungkin sibuk dipukuli dan tanpa tahu poong sang makan di luar


Boon shil melarangnya untuk melanjutkan tapi dal ja tetap memberitahunya bahwa hwa sang yang tinggal bersama dengan heung man 
Poong sang kaget mendengarnya dan berlari pergi.. boon shil marah dan mengejar dal ja tapi dal ja dengan cepat masuk dan menutup pintu


Joong yi juga marah karena tidak jadi makan bersama dan pulang kembali
Boon shil berusaha mengejarnya
Boon shil memaksa dal ja untuk membuka pintunya,, dal ja meminta maaf karena tidak bisa mengendalikan mulutnya 


Poong sang berusaha mencari hwa sang dan bertemu dengan heung man yang membagi selebaran,, heung man kaget melihat poong sang sedangkan
poong sang tidak mengatakan apa apa dan langsung masuk
Poong sang melihat hwa sang dan langsung menariknya,, hwa sang berpura pura tidak mengenali poong sang dan mengatakan jika ingin memegang dirinya poong sang harus bayar, poong sang tidak memedulikannya dan menyeret hwa sang


Poong sang membawa hwa sang,, poong sang marah melihat hwa sang yang bekerja di tempat itu 
Hwa sang menjawab bukan urusan poong sang dan kenapa poong sang peduli jika hwa sang menjual alkohol atau tubuhnya


Poong sang berteriak untuk mencarikan gunting,, boon shil berusaha menahannya, boon shil mengatakan poong sang tidak bisa menyelesaikannya dengan menggunting rambut hwa sang dan menyuruh hwa sang untuk masuk ke kamar


Boon shil memberikan air kepada poong sang
Poong sang bertanya kenapa boon shil tidak memberitahunya yang sebenarnya dan semua orang menganggap boon shil sangat baik tapi kenapa boon shil kejam kepada adik adik poong sang 
Boon shil mengatakan dia tidak tahu karena poong sang terlalu memihak adiknya hingga boon shil menjadi seperti itu


Jika poong sang tidak memedulikan adiknya pasti boon shil yang akan mengurusnya tapi poong sang memihak adiknya seakan akan adiknya adalah anaknya sendiri
Boon shil mulai membencinya makan malam mereka tidak jadi karena adik poong sang
Boon shil pun pergi.. poong sang hanya bisa diam


Boon shil menangis di dalam bus


Boon shil datang ke rumah ayahnya,, bo ko mengeluh karena poong sang yang tidak datang memperbaik tekonya sehingga memanggil orang untuk memperbaikinya dan harganya sangat mahal bo koo memperlihatkan tagihannya kepada boon shil


Boon shil melihatnya dan langsung mengajak bo koo untuk makan daging 
Boon shil memberikan setengah bagiannya kepada bo koo tapi bo koo mengeluh lagi karena merasa giginya yang tidak nyaman 
Bo koo memberikan boon shil sebuah surat,, boon shil membukanya dan ternyata surat wasiat


Bo koo ingin menulis autobiografi..
Bo koo akan menulis tentang kesulitan bekerja, membesarkan boon shil, merawat istri yang sakit, putranya yang tidak menelepon sama sekali di filipina dan kisahnya yang sedih tidak bisa makan akibat sakit gigi
Teman bo koo yang sudah menikah lagi menulis autobiografi juga dan menulis kisahnya yang sudah menikah tampaknya bo koo ingin menikah kembali


Boon shil: “berapa harganya?”
Bo koo: “ayah cukup menjual toko penatu jika ayah mati karena kelaparan, terjadilah apa gunanya menjalani hidup yang tidak dipedulikan siapa pun lebih baik ayah menulis autobiografi dan meninggal”
Boon shil keluar dan tampak berfikir.

Comments


EmoticonEmoticon