Jumat, Februari 22, 2019

SINOPSIS The Evolution of Our Love Episode 4 PART 1

PS : All images credit and content copyright : ZJTV


Qing Qing baru saja tiba di rumah sakit dengan bekal ditangannya, dia langsung memberitahu rekan kerjanya jika dia membuat bekal makan siang untuk Luifei, bahkan saat temannya ingin menyentuhnya saja tidak boleh. Qing Qing sangat senang, dia menitip bekalnya itu lalu pergi untuk berganti pakaian.


Ruoman baru saja akan memulai bekerja saat telponnya bordering, telpon dari ayahnya. Ayahnya mengingatkan agar Ruoman sarapan dan mengomelinya agar makan makanan bergizi, Ruoman agak kurang suka atau mungkin merasa terganggu karena ayahnya telpon di saat jam kerja, lagi pula apa yang ayah katakan tidak begitu penting.

Saat Ruoman akan menutup telponnya, ayah melarang. Sebenarnya dia menelpon untuk bertanya apa Ruoman sudah menerima bunga darinya, mendengar hal itu Ruoman terkejut, ah ternyata ayahnya yang sudah mengirim buket bunga.

Ayah membeli bunga itu secara online karena sedang ada diskon, dari gambar itu terlihat sangat bagus tapi ayah tidak tau bagaimana aslinya, apa sama bagusnya kaya yg di foto. 

Ruoman sangat frustasi mendengarnya, khayalannya yang semalam sia-sia, cemas yang dia rasakan dari semalampun lenyap membuatnya kecewa. Ruoman marah-marah karena ayahnya membuat dia telah salah paham, ayah malah bingung kenapa puterinya itu bisa salah paham dan menduga jika puterinya sudah memiliki pacar.


Saat Ruoman sedang berbicara dengan ayahnya, dari meja An Zhuo bisa mendengar apa yang Ruoman bicarakan, jadi dia berdiri dan mengetuk pintu ruangan Ruoman, saat itu Ruoman buru-buru menutup telponnya. 

An Zhuo datang untuk memberitahu Ruoman bahwa dia telah mengedit beberapa di bagan excel Ruoman, dia takut jika Ruoman tidak terbiasa akan perubahan itu, An Zhuo mendekat untuk memperlihatkan bagan excel yang telah dia ubah dan menjelaskan beberapa, hal itu membuat Ruoman gugup karena jarak mereka yang sangat dekat. 

Satu detik

Dua detik

Ruman tidak kuat lagi, dia segera menjauhkan diri dari An Zhuo, mengaku jika telah memahaminya dan memuji kemampuan An Zhuo yang telah meningkat. An Zhuo ingin Ruoman mencoba memahami bagan barunya dulu lalu dia izin keluar saat itu. 


Di kantin rumah sakit Qing Qing menaruh bekal makan siangnya dibawah, sambil menunggu.. saat melihat seseorang yang datang dia buru-buru menyiapkan bekal makan siangnya. 

Seseorang yang dia tunggu adalah Luifei yang baru saja masuk ke kantin bersama dengan dokter Xiu membawa bekal makan siang masing-masing. Luifei baru saja duduk dan bekal makan siangnya langsung di ambil Qing Qing, membuat Luifei dan dokter Xiu bingung. Qing Qing menganti bekal makan siang Luifei dengan makanan yang sudah dia masak, dokter Xiu sangat terkejut sekaligus kagum, dia ingin mencicipi masakan Qing Qing tapi tidak diperbolehkan oleh Qing Qing.

Qing Qing bilang ke Luifei kalo dia membawa bekal itu untuk Luifei, tapi Luifei sendiri merasa tidak enak, dia menyuruh Qing Qing untuk membagi makanan itu untuk semua orang, tapi Qing Qing tidak mendengarkan, sekali lagi dia bilang makanan itu dia buat khusus untuk Luifei. 

Saat Luifei ingin menolaknya lagi, seorang perawat datang dan memberitahu Qing Qing jika seseorang datang untuk mencarinya, kepada Luifei, Qing Qing berpesan jika makannya sudah selesai tempat makannya tinggal dulu, nanti dia balik buat nyuci lagi.


Setelah Qing Qing pergi semua orang yang di kantin or pantry langsung bersorak kagum pada Luifei, terutama dokter Xiu yang sekarang ngambek tidak ingin makan siang dengan Luifei lagi, dokter Xiu ingin pergi tapi di cegah oleh Luifei, karena terus-terusan di sindir tentang makanan yang dibuatkan Qing Qing akhirnya Luifei memberikan semua makanan yang di buat oleh Qing Qing itu untuk dokter Xiu, dan dokter Xiu dengan senang hati menerimanya, malah itu yang dia inginkan.


Setelah menemui seorang pasien, Qing Qing kembali ke kantin dan menemukan tempat bekalnya telah habis tidak tersisa. Qing Qing senang sekali Luifei memakan masakannya apalagi tempat bekalnya di cuci pula.


Ruoman keluar dari kantor tidak membawa payung padahal sore itu hujan, melihat rekan kerja lainnya datang di jemput sementara dirinya tidak, dia hanya bisa menunggu di depan kantor. 

Tidak lama setelah itu seorang rekan kerjanya juga keluar, tanpa payung. Dia menyapa Ruoman, dia juga memberitahu kalo suaminya akan menjemputnya dan menawarkan Ruoman untuk ikut juga, tapi Ruoman menolak, dia ada payung di kantornya jadi nanti tinggal ambil aja. Rekan kerjanya itu masih memaksa agar Ruoman ikut.

Sebenarnya Ruoman sudah tau niat rekan kerjanya itu, paling besok seluruh perusahaan akan mendengar rekan kerjanya itu menceritakan betapa menyedihkan nasib Ruoman. Jadi sekali lagi Ruoman menolak hal itu.


Di tengah ketidaknyamanan Ruoman itu, An Zhuo datang dan memberitahunya jika Ruoman lupa membawa payungnya, Ruoman terkejut juga sekaligus bersyukur, sementara rekan kerjanya itu agak tidak menyukainya, untung suaminya saat itu datang menjemput.

Kepada An Zhuo dia menitipkan Ruoman padanya, katanya harus membawa Ruoman dengan selamat, lalu dia pulang bersama suaminya.


Ruoman tersenyum dan berterima kasih kepada An Zhuo, saat itu An Zhuo juga ikut tersenyum, tadi sebenarnya dia berencana menunggu Ruoman biar bisa pulang bareng, eh tapi waktu dia keruangan Ruoman ternyata Ruomannya nggak ada.

Karena tidak mudah mendapatkan taksi saat hujan seperti ini, An Zhuo menyarankan mereka untuk naik kereta bawah tanah saja, Ruoman menyetujui hal itu. 

Dan lagi perlakuan An Zhuo membuat Ruoman terkejut, An Zhuo yang tangannya ada di bahu Ruoman agar perempuan itu tidak jauh darinya, agar tidak terkena tampias hujan.


Sore itu di rumah sakit Luifei akan pulang tadi tidak sengaja melihat Qing Qing yang bersin, jadi dia menghampiri Qing Qing dan memberinya mantel miliknya. Ah tentu saja Qing Qing tidak akan menolak itu, dia menerimanya dan berterima kasih. 

Luifei akan pergi tapi Qing Qing memanggilnya, menanyakan tentang makanan tadi siang apakah enak, 


Sambil memakai mantel milik Luifei, Qing Qing menegaskan sekali lagi kalo dirinya itu bisa masak, mungkin memang tidak seenak buatan Luifei tapi masakan darinya itu sebagai niat baiknya dan tanda terima kasihnya.

Luifei menekankan kata terima kasihnya sekaligus niat baik Qing Qing, tapi baginya tidak perlu sampai membuat lelah Qing Qing seperti itu lagi, sementara menurut Qing Qing itu tidak masalah, jika Luifei menyukainya dia bisa memasakan untuk Luifei setiap hari. 

Luifei menolaknya, dia benar-benar tidak menyukai perlakuan khusus sat bekerja, apa lagi agak canggung dengan rekan kerja mereka. Dengan tersenyum Qing Qing mengiyakannya, dia tidak akan memasakkan untuk Luifei lagi.

Kepala rumah sakit datang saat Qing Qing dan Luifei sedang mengobrol, lalu dia mengajak Luifei untuk pulang bersama, ada yang ingin dia katakana pada Luifei.


An Zhuo mengantar Ruoman sampai apartemennya, sebenarnya Ruoman ragu apa dia harus menawarkan An Zhuo untuk mampir sebentar, tapi Ruoman benar-benar tidak tau bagaimana cara menawarkan hal itu sampai akhirnya dia hanya berbasa-basi perihal hujan. An Zhuo sendiri yang mengatakan kalo dia mengantar sampai depan apartemen saja, tidak perlu berterima kasih juga karena itu adalah bagian dari pekerjaannya.

Setelah An Zhuo pergi Ruoman masih menatapnya, bingung dengan perlakuan An Zhuo yang sangat abu-abu. 


Ruoman masuk ke apartemennya dan langsung duduk, masih memikirkan bagaimana An Zhuo tadi, saat itu ada notif pesan, setelah di buka itu dari Luifei banyak sekali pesan darinya yang khawatir Ruoman tidak membawa payung, atau mungkin Ruoman butuh dirinya untuk menjeput Ruoman dan khawatir jika Ruoman terkena hujan. Membacanya membuat Ruoman tertawa, dia membalas pesan itu dengan voice note mengatakan jika dirinya sudah ada dirumah, lagian dia bukan wanita menyedihkan yang basah kuyup karena hujan. Setelah mengakhiri voice notenya Ruoman kembali tersenyum.


Di kontrakannya Qing Qing sedang mengeluarkan semua air dalam rumahnya, sepertinya kontrakannya itu ada genting yang bocor, tetangga sekaligus pemilik kontrakan kebetulan keluar jadi melihat Qing Qing, dia langsung marah-marah karena banyak air dan menyalahkan Qing Qing yang tidak mendengarkan ramalan cuaca, ah ternyata penyebabnya karena Qing Qing tidak menutup jendela kamarnya karena tadi pagi dia berangkat terburu-buru. Qing Qing berjanji akan segera membersihkannya dan tidak akan mengulangi hal itu lagi. Pemilik kontrakan itu benar-benar marah.


Setelah selesai membersihkan rumahnya, Qing Qing duduk di kamarnya dengan memakai selimut, dia menelpon neneknya dan bercerita jika pemilik kontrakannya terus memarahinya dan sangat galak padahal dia sudah minta maaf, Qing Qing bersin-bersin lagi.

Neneknya memintanya untuk pulang saja tapi Qing Qing tidak mau, dia tidak ingin menganggur lagi di kampung halamannya, dengan tersenyum Qing Qing mengatakan dia akan bertahan di Beijing jadi dia meminta neneknya untuk tidak khawatir, Qing Qing bisa menjaga diri dengan baik. Qing Qing mengusap mantel milik Luifei dan memeluknya, dia berjanji pada neneknya kelak setelah dia menemukan separuh dari hatinya, dia tidak akan takut lagi.

Setelah itu Qing Qing menutup telponnya dan kembali memeluk mantel milik Luifei. 


Ruoman pagi itu bangun karena ada yang menelponnya, seseorang menyuruhnya bangun karena sudah siang, memintanya mandi lalu sarapan dan jangan lupa nanti ada rapat jam 9 pagi. Ruoman terkejut karena sepagi itu sudah ada telpon masuk dan mengingatkannya,ternyata An Zhuo yang menelpon, dengan jantung yang masih tak beraturan Ruoman mengatakan dia mengerti dan segera menutup telponnya.

Lalu sadar waktu sudah siang jadi dia segera mandi dan berkemas.


Ruoman baru saja tiba di ruangannya dan menemukan snack, vitamin dan kopi di mejanya, Ruoman melihat catatan yang ada di meja lalu melihat kearah meja An Zhuo.


Ruoman langsung menghubungi Luifei tapi yang dihubungi langsung menutup telponnya karena sedang sibuk.

Ruoman mencoba menenangkan dirinya dengan membaca berkas, tapi sekali lagi hatinya berdebar begitu kencang dan dalam hatinya harapan itu semakin besar.


Seorang pasien sedang marah-marah kepada Qing Qing dan satu perawat lagi, bahkan dia sampai memukul kaki Qing Qing karena merasa di tipu. Mendengar keributan itu membuat Luifei langsung lari keluar, dia ingin pasien itu membicarakannya dengan baik-baik, jangan kasar atau dirinya akan memanggil ke amanan. 

Pasien itu masih marah-marah untung kepala rumah sakit datang dan menenangkannya, meminta datang keruangannya dan berbicara dengan baik-baik nanti. 


Setelah mereka pergi Luifei memastikan Qing Qing dan satu perawat lagi baik-baik saja, perawat yang satu baik-baik saja dan dia izin pergi dulu karena ada pasien lain yang harus dia temuai dan Qing Qing bersama Luifei istirahat sebentar untuk menenangkan Qing Qing yang mungkin kakinya masih sakit.


Ruoman sedang bersama An Zhuo, kayaknya sih habis rapat. Dia nyuruh An Zhuo untuk membantu Xiao Mei di basto karena kemungkinan Basto sedang ramai. Bukannya menanggapi Ruoman, An Zhuo malah memuji parfum Ruoman yang hari ini lebih harum, lagi dan lagi Ruoman hanya bisa dia mematung karena terkejut, An Zhuo pergi saat ponsel Ruoman bunyi.


Yang menelpon Ruoman ternyata Luifei, mereka janjian mau main ke rumah Sunnie sekalian main sama dekbay. 


Sekarang mereka lagi ada di rumah Sunnie, ada ibunya Sunnie juga. Luifei sedang menggendong dekbay dan Sunnie memujinya karena Luifei sangat tau cara memilih barang untuk bayi, apalagi Luifei juga tau cara merawat bayi dan membeli sesuatu. Melihat semua itu membuat Sunnie berpikir nakal, ah mungkin saja Luifei memiliki anak haram di luar nikah. Hal itu langsung di sangkal Luifei.
Mendengar Luifei yang ternyata belum menikah membuat ibu ingin menjodohkannya, apalagi kata Ruoman, Luifei sangat berbakat dalam mencuci pakaian, memasak, merawat anak-anak dan bersih-bersih. Hal itu tentu langsung di cegah oleh Ruoman dan Sunnie, hehe apalagi alasannya kalo bukan karena taruhan mereka. 

Sunnie juga menggoda Luifei, bahkan dulu Sunnie sempat menyukai Luifei tapi Luifeinya tidak pernah menganggapnya lebih dari teman. Ruoman menghentikan omong kosong Sunnie dan membiarkan ibu dan Luifei saling mengobrol, dia menarik Sunni eke kamar karena ada yang ingin dia bicarakan.


Ruoman menceritakan perihal An Zhuo kepada Sunnie, tentang usia di antara mereka dan tentang segala kekhawatiran-kekhawatiranya, bagaimana jika itu hanya asumsinya saja, bagaimana jika sebenarnya An Zhuo tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya dan yang lebih penting dia tidak akan maju terlebih dahulu sebelum An Zhuo menembaknya.


Membicarakan tentang An Zhuo membuat Sunnie memikirkan Luifei, bagaimana mungkin Luifei yang tampan dan banyak kelebihan itu masih saja melajang sampai sekarang, bukankah sangat mudah untuk mendapatkan perempuan yang menyukainya dengan dirinya yang seperti itu, dan Sunnie berpikir alasan Luifei itu karena Ruoman, bagaimana mungkin Luifei akan menjalin suatu hubungan kalo melihat Ruoman yang masih saja melajang.

Ruoman sebenarnya agak tidak terima dengan alasan yang Sunnie duga itu, tapi kalo di pikir-pikir iya juga. Selama ini Luifei hanya pernah sekali pacaran wakyu sma itupun langsung putus karena ketahuan ibunya, dan saat jaman kuliah ada kakak kelas yang menyukainya tapi tidak pernah Luifei anggap lebih dari itu. 

1 komentar


EmoticonEmoticon