Rabu, Februari 27, 2019

SINOPSIS Legal High Episode 1 PART 3

PS : All images credit and content copyright : jTBC


Scene berpindah ke ruang introgasi dimana terdapat seorang detektif yang mengintrograsi seorang pemuda dengan marah – marah, yang membuat si pemuda tersebut ketakutan.
Detektif : “Kami menemukan sidik jari mu di pisau dapur , kenapa kamu keras kepala padahal itu sudah jelas , tataplah aku ! kubilang tatap aku” ucapnya sambil membentak .
“Aku ini sudah 30 tahun berurusan dengan bedebah sepertimu aku tahu siapa yang bersalah hanya dengan melihat orang itu”


Scene berpindah ke dalam sebuah ambulan yang membawa Jae In ke rumah sakit, Jae In mulai sadar dan berusaha untuk bangun.
Seol Hee : “ Untuk apa kamu memasuki pertandingan tinju, kamu melancarkan banyak pukulan ,tapi semua nya tidak ada yang kena , pikirmu kamu samsak manusia ? lawan meninju wajah mu tiap kali dia melemparkan pukulan !”.
Jae In : Berhentilah mengomeliku,astaga, sakit bisa ambilkan ponsel ku ?
Jae In menerima telepon bahwa dia diminta untuk menjadi pengacara untuk seseorang dalam kasus pembunuhan pekerja paruh waktu , Jae In shock dan kembali pingsan setelah mendengar hal itu .


Keesokan nya Jae In berada di persidangan
 Hakim: “ Keputusan terahir ditetapkan bahwa terdakwa divonis sepuluh tahun penjara ,dengan  sepuluh hari penahanan termasuk di dalamnya .
Klien Jae In diborgol  mereka saling bertatapan satu sama lain dengan tatapan sedih dan kecewa, bahkan klien Jae In sempat terjatuh saat dibawa keluar persidangan .Nona Ju Kyung menatap Jae In dengan tatapan sedih sambil menghela napas .


Jae In berjalan lemas di lorong  pengadilan dengan setumpuk berkas di tangannya , hingga ahirnya dia ditabrak oleh seseorang sehingga semua dokumen yang dibawah nya terjatuh ke lantai. Jae In memunguti dokumen itu satu persatu yang membuatnya diperhatikan oleh orang yang lalu lalang disana.


Seseorang menginjak dokumen milik Jae In dan orang itu adalah Tae Rim “ Lagi – lagi kamu pria yang di metro ?” 
“ Terus kenapa” jawab Tae Rim 
“ Kamu tidak bisa melihat ini ,” Jae In menunjukan kertas yang di injak Tae Rim.


Tae Rim merebut kertas itu dan membacanya “ Hanya peryataan tersangka dan bukti tidak langsung yang dipertimbangkan dan ....”Jae In langsung merebut kertas itu dari Tae Rim.
“ Astaga peryataan itu ditulis seperti anak kelas tiga SD Jadi kamu jelas kalah , bukan kah begitu ?
“ Itu bukan urusan mu ! Kenapa kamu menginjaknya padahal kamu melihat itu ada dimana – mana ? 


“ Tempat ini adalah lintasan bagi pejalan kaki , UU Lalu lintas jalan pasal 68 sangat masuk akal dan “menyebabkan masalah bagi pejalan kaki ,dia akan divonis penjara kurang dari satu tahun atau didenda maksimum 3000 dolar , itulah isinya”.
“Apa ?”
“ Dengan mengabaikan hambatan yang kamu letakan di lantai ,dan menghalangiku , aku pura – pura tidak melihat sesuatu yang mungkin bisa dianggap ilegal. Jadi sebaiknya kamu bersyukur . Sekian kamu punya sangahan ? “
Jae In ingin menjawab  namun Tae Rim bilang terima kasih dan langsung pergi dari situ.
“ Hei berhenti disitu teriak Jae In sambil berjalan mendekati Tae Rim  dan meremas kertas nya“ aku tidak perduli soal hukum tapi aku tahu seharusnya aku pura – pura tidak acuh terhadap bedebah kasar ,arogan dan kurang ajar sepertimu” Jae In mengepalkan tangannya dihadapan Tae Rim .
“Ah trauma ku jangan mendekat , pergilah, kubilang pergi !


Ju Kyung datang dan bertanya apa yang sedang mereka lakukan 
“Apa yang terjadi ? Kamu mempekerjakan dia untuk melakukan ini ? proteas Tae Rim.
Mereka saling menyapa karena sudah lama tidak ketemu “ Ah Pengacara yang lebih sering disebut sebagai direktur karena dia sering memikat hati klien , kudengar kamu mendapatkan kesempatan besar yang membantu firma B &G untuk menjadi firma yang ternama , tapi walaupun begitu fakta bahwa kalian adalah sekelompok kutu buku yang tidak pernah berubah , hina kalian berbuat seperti itu !”.
“Apa yang kamu bicarakan ?”
“Apakah ini pura – pura atau Pak Bang melakukannya tanpa memberitahumu ? Apapun itu tunggu aja, aku seorang pria yang membalas dendam berkali – kali “
Tae Rim pergi meninggalkan Ju Kyung yang tidak mengerti apapun .


Ju Kyung menghampiri Jae In dan membantu nya menata dokumen yang berserakan di lantai “ Kamu tidak lelah secara mental bukan ? Kamu melakukannya dengan cukup baik , hukum selalu menjadi yang tersulit bagi para pemula ini cuma masalah teknik , jadi ceria lah”.


Didalam ruang jenguk tahanan Jae In bertemu dengan klien nya “ Maaf karena aku sangat tidak kompeten , tapi aku akan berusaha naik banding”.
“ Tidak usah kamu sudah berbuat cukup banyak ini mungkin lebih baik saat menjadi siswa , aku berjuang dengan uang sekolah dan biaya hidup setelah aku lulus , setiap hari adalah perjuangan karena aku harus mendapatkan uang untuk sewa dan biaya akademik , Tapi karena disini aku tidak usah cemas soal mencari nafkah setidaknya sepuluh tahun”.
“ Bisa – bisa nya kamu berbicara seperti itu disaat kamu divonis untuk kasus pembunuhan , kamu serius akan seperti ini, pikirkan ibumu”.
“ Ibuku ? sudah lama aku tidak memiliki ibu dia meninggalkan ku untuk menikah lagi disaat aku SMP jangan sebut dia dihadapanku , itu tidak penting lagi aku memang dikutuk untuk kehidupan suram ini”.
“ Tapi kamu tidak membunuh siapa pun !  Itu bukan kamu selama keadilan masih ada ...”
“ Keadilan? Kamu sungguh berpikir kalau keadilan itu benar – benar ada di dunia nyata ? apakah kamu yakin itu kita bukan lagi anak – anak”.
“Byun Tae ah”
Jadi terdakwa ini temen kecil nya Jae In namanya Byun Tae .


Scene berpindah ke masa lalu dimana Jae In berperan sebagai pengacara dan Byun Tae berperan sebagai terdakwa atas kasus keterlambatan nya di sekolah .Jae In berhasil membela Byun Tae dengan baik sehingga Byun Tae tidak mendapatkan poin pelangaran atas keterlambatan nya .


Jae In melihat Byun Tae yang selalu menuntun ibunya berjalan karena mabuk ke dalam rumahnya di pagi hari karna itulah Byun Tae sering terlambat ke sekolah.


Jae In berdiri mematung di persimpangan jalan karna mengingat hal itu dan pembicaraan nya dengan Byun Tae ditahanan, yang tidak akan memakai pengacara di persidangan jika itu bukan Jae In karena hanya Jae In yang mempercayai Byun Tae. 

“Tidak ada yang mempercayai ku , tidak ada seorang pun semuanya membiacarakan bukti dan faktor keringanan sambil menatapku dengan iba tapi tidak ada yang percaya bahwa sebenarnya aku tidak bersalah”


Jae In berada di depan pengadilan tak sengaja melihat ibu - ibu yang memegang papan bertuliskan Koo Tae Rim harus dihukum sambil meneriakan “ Koo Tae Rim harus dihukum karena dia seorang monster mesum dan pengacara yang korup , kemudian Jae In menelpon seniornya untuk diajak makan bersama karena dia berada di depan gedung pengadilan , namun seniornya menolak karena kabar sudah tersebar dimana mana  mengangguku tidak akan menhasilkan sidang ulang dan memintanya untuk bertanya kepada penacara yang  lebih berpengalaman dan menyarankanya untuk menyerah saja. 


Jae in berjalan mauk ke kantor Firma B &G  dia disambut oleh pengacara Koo dan timnya 
“ Aigoo lihat siapa yang datang bukankah kamu pengacara yang membela tersangkan dalam kasus pembunuhan pekerja paruh waktu yang menjadi buah bibir ? “ Jae In memberi salam dan berjalan pergi namun pengacara Koo mengikuti nya “kamu nyaris tidak lulus ujian , dan kamu lulus dari institut dengan nilai terbawah,kamu menyebabkan masalah besar dan disuir dari Firma yan menerima mu sebagai intern kurang dari setahun, lalu kamu menjadi intern dengan koneksimu , tapi kamu terisingkir akibat persaingan yang sengit  lalu kamu beruntung teman masa kecilmu yang menjadi tersangka kasus pembunuhan pekerja paruh waktu menyewa mu sebagai pengacaranya , meskipun kamu baru menghadiri sidang beberapa kali selama di intitusi kamu mengambil kesempatan itu dan berpikir itu akan menjadi kesempatan terbesarmu . Kenapa pengacara amatir memenangi dan kau yang diketahui oleh semua orang”


Jae In berhenti berjalan namun pengacara Koo terus berjalan dan menyerocos tidak karuan sampai tidak menyadari bahwa Jae In berhenti “ Kapan kamu berhenti ? tapi kamu ahirnya kalah , tidak hanya kalah kamu di ruangan sidang itu pati memalukan “ ejeknya dengan tertawa bahagia  Jae In  akan mulai berbicara setelah lama menahan rasa kesalnya “ Tidak ada yang dapat menangani kasus itu sadarlah ,jangan minta orang lain untuk membereskan kekacauan yang sudah kamu buat Monster mesum satu satunya orang yang akan menerima kasus itu”.


Jae in teringat “ Monster mesum ? Koo Tae Rim ?
Jae in bertemu densan Seol Hee di kafe Seol hee memberikan dokumen mengenai pengacara Koo Tae Rim dan menjelakan bahwa dia mendapatkan itu semua dari hakim yang berkencan buta dengannya karena dia bilang mereka akan bertemu lagi “ Pria Koo Tae Rim ini sangat  hebat karena tingkat kemenangannya 100%  dia selalu menang, dia menghadiri sidang terbarunya klien nya melakukan penipuan warlaba dalam sidan pertamanya dia berakhir dengan membayar denda yang besar semua membicarakan tentang upah tidak ada bahan yang bisa digunakan untuk memballikan keadaan  namun dia berhasil membalikan keadaan dengan memakai cerita kecil hakim yang bertugas dan itu membuatnya menang di pengadilan dan terdakwa hanya membayar seper sepuluh denda yang sudah diajukan dan dia bebas”. 


Jae In mulai mencari alamat Koo Tae Rim dia kaget dan bersembunyi saat Tae Rim dan Sekretaris Gu keluar dari rumah menemui seseorang , Jae in keet melihat Tae rim menerima uang banyak di dalam tas untuk mewujudkan keadilan bagi pria tersebut  “Tentu saja anda tahu apa itu keadilan , pak kongres coba eja itu dari belakang”
“Politik ?”
Benar politik fokus saja kepada urusan politik anda. 
Jae In tidak percaya apa yang dia liat “ Bedebah itu , monster mesum apa keadilan dan politik itu sama ?”.
Jae In pergi namun dia mengehentikan langkahnya menginat Byun Tae yang tidak akan memakai pengacara dalam persidangan selanjutnya jika Jae In menolak menjadi pengacara nya .


Jae In masuk ke rumah Tae Rim yang membuat Tae Rim tertawa terjungkal jungkal di sofa 
“ Kamu benar – benar pengacara bukan terapi tawa 5000 dolar untuk sidang ulang aku kelaparan karena terelak – elak” sambil membuang kartu nama Jae In
“Baik akan saya siapkan pak” Jawab Sekretaris Gu
Jae In menambil kartu yang dibuang Tae rim “ Pak Koo bisa tidak kamu temui dia untuk berkonsultasi dahulu?
Tae Rim menolak dan berbicara kepada sekretaris nya“ Pak mulai saat ini saya tidak ada disini tolong suruh dia pergi” ucap Tae Rim sambil berjalan ke kursi kerjanya .
“ Maaf tapi pak Koo sedang tidak ada disini “
“ Tapi dia ada disitu” Jae In menunjuk keberadaan Tae Rim
Tidak dia sedang tidak ada disini “
Jae In menghela napas dan menghampiri Tae Rim di meja nya “ Bisakah kamu mendengarkan kisah  nya  ?” Tae Rim memutar kursinya menolak , kemudian jae in bertanya berapa banyak yans kamu minta ?”. 


Tae Rim menunjukan jumlah nya dengan tangannya , Jae In shock melihatnya dia bertanya 5000 dolar apa itu tidak berlebihan Tae Rim memberikan isyarat kepada sekretaris Gu untuk mengusir Jae In. 

Comments


EmoticonEmoticon