Rabu, Februari 27, 2019

SINOPSIS Legal High Episode 1 PART 2

PS : All images credit and content copyright : jTBC


Di kantor GG Firma Direktur Dae Han marah dan berteriak kepada Pengacara  Koo dan tim nya “ Mati ! Mati saja kalian gigit lidah kalian dan matilah !
“Bahkan orang tidak melek hukum bisa memenangkan kasus ini ,tapi kalian ! bisa – bisa nya kalian kalah !”


Pengacara Koo : “ Pak dengarkan aku Hakim Moon yang terkenal dingin dan berhati es dia menangis usai mendengar argumen Tae Rim”
Direktur Han tidak mau mendengar alasan apapun dan menyuruh mereka semua untuk bubar namun Pengacara Koo kembali “ ini pasti hipnotis karna ini tak masuk akal”
“Diam ! sambil menampik tangan pengacara  koo “Apa yang sudah bedebah itu bilang padamu se usai sidang ?”
“Kamu terlalu membawa banyak rekan pengacara seperti sekarung permen kamu hanya pencuri yang mencuri uang klien dia juga menyebutku amoeba dan ....”
“Diam, keluar “ bentak Direktur yang membuat pengacara Koo menabrak kursi dan jatuh kemudian direktur kembali menendang pantatnya untuk memaksanya keluar .


Direktur Han menelpon seseorang “ Hei, Ju Kyung kamu dimana ?
“Aku akan datang setelah mengurus penyelesaian masalah ini karna ini permintaan pribadi Profesor Song”

Ju Kyung : “Ada apa dengan pakaian mu, kamu disini bukan untuk keperluan formal , apakah kamu berolaraga atau semacamnya ? Diopname sampai 3 pekan pasti sulit untuk wanita normal menyebabkan cedera separah itu ?” Komentar Ju Kyung yang melihat Jae In berpakaian serba tertutup ketika akan pergi menemui Pengacara Yoo.


Ahirnya Jae In bertemu dengan  Pengacara Yoo kembali setelah  insiden di hotel lalu.
Pengacara Pak Yoo : “Kamu membuat keputusan yang tepat karna tidak membawa ini ke meja hijau kalau tidak maka akan ada artikel jelek tentang kalian berdua”.
Ju Kyung : “ Kalau anda tidak setuju ,kami akan membawa kasus ini ke meja hijau”
Pengacara pak Song :  “Klien ku harus membatalkan semua acara televisi, dia tidak bisa mengajar dan bekerja . Kamu tau sebesar apa kerugiannya ?”
Ju Kyung : “ Jadi kamu ingin mencuci tangan  ? Dengarkan aku klien mu adalah akar dari masalah ini !”. sambil membentak 
Ju Kyung tertawa ketika penacara Pak Yoo memperlihatkan luka lebam di mata Pak Song akibat pukulan Jae In  .
Pengacara terus membela pak Song bahwa mengajak teman sekantor minum di hotel itu tidak salah namun ditolak oleh ju kyung karena menyuruh seseorang ke hotel untuk alasan pekerjaan dan mendekatinya dengan pakaian mandi  itu benar ?”
“Apakah itu benar ?”
“Percobaan pemerkosaan ! kamu menyangkal nya seolah kami tidak bisa membuktikannya tapi klien mu bisa disalahkan dengan bukti tidak langsung  karna tidak ada bukti dan saksi yang melihat kamu diserang !”
Ju Kyung mengajak pengacara Song untuk ke jalur hukum dan lawan Firma B dan G .


 Jae In berada di kamar mandi mencuci tangan kemudian dia menatap ke kaca dengan tangan yang mencekram mengingat insiden  di hotel bersama Pak Song .
“Ayolah kamu cukup cerdas untuk lolos ujian kamu berfikir aku sengaja memintamu datang ke kamar hotel ku hanya karna menginginkan dokumen merah itu  ?”
“Apa ?” jawab Jae In dengan ekspresi takut .
Pak Song medekati  dan memegang Jae In dan memojokannya ke tembok  sambil berkata jangan membuat ini sulit. Jae In meminta Pak song untuk tidak melakukan ini tapi pak Song mulai memegang wajah Jae in yang ketakutan  dan pemukulan pun terjadi . Kilas balik selesai.


Jae in bertemu Ju Kyung di lorong toilet“ Mereka ingin kau menutup mulut atas kasus ini jadi persyaratan mereka apa yang kamu inginkan ?” Atau abaikan saja mereka kita tidak bisa membuktikan semua tuntutan nya tapi dia akan kalah jika benar – benar meneruskan ini”. Jae in tidak ingin melanjutkan kasus nya dia ingin berdamai saja dan dia bilang tidak butuh kompensasi. 
Ju Kyung marah “ Hanya karna kamu membenci nya bukan berarti uang juga menjijikan ! uang tetap uang,bedebah itu tidak bisa meminta maaf dengan tulus, kamu harus terima uangnnya”.
Jae In : “ Aku tahu tapi jika dia memberiku uang dia akan tidur dengan nyenyak aku tidak ingin itu . Tolong Nona Min Jae Kyung”.
Jae Kyung : “ Kamu sama sekali tidak bersalah ( membuka penutup kepala Jae in dan memegang bahunya ) Tetaplah percaya diri dan jangan tundukan wajahmu”


Ju Kyung menuang minuman ke gelas Direktur Han“ Sudahlah lupakan saja monster mesum itu ( Gae Rim ) memang dikenal suka memutar balikkan putusan pengadilan, kita cuma kalah sekali jadi jangan cemas”
Direktur : “Kau tahu apa yang mereka bilang setelah monster mesum itu pergi,kita ini adalah pistol tanpa peluru”.
Jae Kyung tetap meminta Direktur Han untuk tidak menghiraukan itu semua karena kamu sendiri yang melatih dia seperti itu jadi wajar saja dia sulit kita kalahkan”
Direktur Han : “Semua hal mendukung kita untuk menang kenapa kita kalah “
Ju Kyung curiga dengan Direktur Han bahwa dia telah mengatur semuanya dan mengingatkan jika kita ketahuan akan berakibat buruk terhadap Firma kita tapi direktur tak mau dengar .


Ju Kyung keluar dari ruangan direktur dan memergoki pengacara Koo menguping pembicaraan .
Ju Kyung : “Ada apa dengan mu ? Kamu sungguh harus hidup dengan  lebih percaya diri,itu yang sedang aku usahakan, dia selalu sok tau ! Lihat saja aku akan mengalahkan Monster Mesum itu aku harus mengalahkannya dan menjadi pahlawan sejati yang menyelamatkan B & G”. Ucap Pengacara  Koo dengan nada kesal setelah Jae Kyung pergi.


Pengacara Koo menelpon seseorang “Hal yang pernah aku bahas waktu itu , Ayo lakukan !


Jae Kyung menemui Profesor Song di Lobi kantor “Bu anda tidak perlu datang jauh – jauh kemari hanya untuk mengucapkan terima kasih karna aku tidak melakukan apapun,tapi melihat sikap bebeda anda kepada Jae In anda pasti sangat menyayangi dia, aku agak cemburu”
Profesor : “ Tidak bukan begitu, aku hanya sedikit mencemaskan dirinya , karena dia bukan seperti pemuda yang umumnya dia agak kaku dan terlalu jujur”
Jae Kyung : “Benar , itu membuatku menyayangi dia”


Sebelum pergi profesor memberikan syal nya dan nasihat kepada Jae Kyung “ Aku tahu bekerja memang menyenangkan namun, kamu juga harus bertemu dengan pria yang baik bukan ?”


Pada malam hari Jae In mulai mengemasi barang – barang nya dari  Kantor Pengacara  Yoo Myung Soo  ada telepon masuk dari Bibi dalam keadaan mabuk.” Halo pengacara Seo apa kabar , bibi minum miras karena bibi bahagia”. Bibi bercerita bahwa ada beberapa bedebah yang mengaku sebagai CEO perusahaan dan memerintahnya dengan  seenaknya , kemudian bibi bilang jika dia memilki ponkana yang menjadi seorang pengacara di Kantor Pengacara Yoo Myung Soo pengacara yang hebat itu ! Bibi bangga kepada Jae In bahwa dia menyayangi dan meminta jae In untuk sering menelepon dan menjenguknya . Bibi juga meminta Jae In untuk menceritakannya kepada pengacara Yoo dan meminta Jae In untuk datang bersamanya .

Jae In hanya bisa menahan air mata nya ketika mendengar bibinya mengatakan  itu semua dan mulai berjalan meninggalkan kantor.


Jae In berada di ruangan tinju dia menatap tangannya dan mengingat kejadian saat dia mengajar Pak Yoo di hotel saat berusaha melecehkannya, yang membuat kepala Pak Yoo berdarah .


Jae In mulai memukul samsak tinju sekuat tenaga  untuk meluapkan amarahnya  “ Jangan ter intimidasi percaya dirilah, jangan ditahan bodoh !” dia berlatih begitu keras  kemudian Pelatih datang  dan melihat dan menghampiri .


Jae In : “ Sekarang aku bisa meninju orang”
Pelatih: “Katamu itu bisa menyebabkan perkara hukum ?”
Jae In : Aku sudah tidak perduli lagi tentang itu “.
Pelatih : Pasti sudah ada yang membuatmu begitu marah, jadi siapa yang akan menjadi samsak mu ?”. 
Jae In : “ Aku! pengecut yang tidak pernah apapun dengan benar dan selalu bersabar menghadapi berbagai hal , kali ini aku tidak akan bersabar lagi” sambil terus memukul samsak dan pelatih terseyum melihat tingkahnya . 


Jae In mendapat telepon dari Nona Ju Kyung yang memberitahukan jika ada lowongan menjadi pengacara di irma B &G.


Jae In mulai bekerja lembur hingga tengah malam, keesokannya dia mulai membagian berkas untuk rapat Nona Min yang melihat Jae In tersenyum lega dan diperhatikan oleh pengacara Koo .


Hujan turun di iringi oleh suara petir yang menggelegar dan scene berpindah ke sebuah rumah yang memiliki beberapa patung dan gambar laki laki yang merokok ternyata itu adalah rumah Tae Rim. Terdengar suara biola yang sangat merdu dari dalam rumah yang dimainkan oleh Tae Rim untuk menghibur pacarnya dari  via Video Call yang di pegang oleh Sekretaris .... Suara biola merdu tersebut berasal dari suara rekaman kaset , dan Tae Rim hanya berpura – pura memainkannya.


Tae Rim berbicara bahasa mandarin : “Apakah kamu menyukai hadiah ku,aku sangat berlatih keras, hanya demi kamu sambil menunggu hari dimana kita dapat berjumpa
“ Aku sangat menyukai nya terima kasih , Tae Rim maakan aku kurasa aku tidak bisa ke Korea karena ayah ku memaksaku untuk menikahi seseorang putra nomor dua CEO Sanghai Group , aku terpaksa  lupakan aku Tae Rim dan lanjutkan hidupmu”
“ Tidak. Kenapa kamu memintaku melupakanmu , bagaimana dengan cinta kita ?”.


Tae Rim terpukul bukan karna putus dengan pacarnya “ Apa . apa artinya Wangmin Grup tidak membuka cabang di Korea kita tidak akan menjadi penasehat mereka ?”
Sekretaris ... : “Sepertinya rencana kita gagal Sanghai Group sudah memilki penasehat hukum sendiri di sini, anda baik – baik saja pak ?”.


Tae Rim mengeluarkan foto keluarga Wangmin Group “ Sepertinya aku salah memilih target, sambil menunjuk foto putri semata wayang pimpinan Wangmin grup yang lumayan tua  Wang Xin Yuan tunggu aku cintaku”.


Scene berpindah ke sebuah gedung megah Tae Rim sedang mengintai target dia memandang foto Wang Xin Yuan nya ,dibantu sekretarisnya yang menyamar menjadi seorang petugas kebersihan . Tae Rim menelpon : “ Masih belum ?”
“Belum , dia masih mengikuti rapat”.


Kemudian Wang XianYuan keluar dari ruangan rapat , sekretaris ... menyuruh Tae Rim untuk bergegas untuk pergi ke Grand Hall di lantai 20.mereka kemudian saling menyemangati ,.
Tae Rim “Aku bisa merasakan semua uang di  Tiongkok menyerbuku bagaikan pasir kuning dan debu halus , hahah Aku pengacara Ko Tae Rim akan mengambil peran penting untuk menjamin kesuksesan Wangmin Group”. 


Tae Rim pergi dengan langkah senang seperti anak kecil


Ketika pintu lift hampir tertutup ada tangan seseorang dengan penutup helm yang mencegah lift tertutup yang membuat Tae Rim kehilangan senyuman di wajah nya dan berubah menjadi wajah ketakutan orang tersebut membawa Tae Rim ke dalam ruangan kosong dan melemparkannya ke lantai.


Tae Rim : “Apa apaan ini jangan mendekat tunggu, aku ada janji dengan tamu penting hari ini bisa bicara nanti , setidaknya aku harus tau alasan nya ayo bicara haruskah kita melakukan ini, kita memiliki bahasa yang indah . Apa mau mu uang, apa kamu menyimpan dendam denganku, aku membuat kesal banyak orang, biarkan aku berpikir apa itu kasus penyerangan ?”.


Ketika ingin menjelaskan lebih lanjut orang tersebut menendang Tae Rim namun berhasil menghindar pria itu terus mengikuti Tae Rim hingga terpojok dia mulai mengeluarkan ponsel dan bilang dia akan melaporkan orang itu karna sudah menyerang, orang itu langsung membenturkan helm nya ke kepala Tae Rim hingga terjatuh dan menginjak ponsel miliknya .Pria itu mengeluarkan pisau untuk menusuk Tae Rim namun sekretaris ... datang tepat waktu dan memukul pria itu hingga pisau nya terjatuh , namun pria itu berhasil kabur. Tae Rim lemas hingga tidak bisa berdiri .


Dirumah nya Tae Rim mondar – mandir menunggu hasil pencarian pelaku penyerangan dari CCTV bersama ...dan sekretaris namun dia kehilangan jejak orang tersebut setelah melacak sejauh dua blok .
“ Kamu kehilangan dia setelah wajah , rusuk ketujuh ,lengan , bahu dan tangan kanan ku hancur, serta menyisakan trauma yang tidak bisa disembuhkan pada pikiran ku yang paling agung” ..... memandang  tae Rim dengan ketakutan dan dia  menumpahkan kantong kertas yang berisi banyak rekaman CCTV “ Aku akan mencarinya , mungkin akan butuh waktu”.

“Aku akan membuat orang ini sadar bahwa bermain – main denganku lebih buruk dari pada dibakar dengan obor disuhu 1300 derajat celcius , begitu menemukanmu aku akan membalas mu 10 juta kali lipat” setelah mengatakan itu petir menyabar keras hingga membuat .... dan sekretaris ,,, kaget .


Terdapat sebuah mobil yang menuju ke sebuah rumah namun suasana di luar sangat gelap karna listrik padam ditambah dengan hujan dan petir yang terus menyambar .Pria tersebut masuk ke dalam rumah dengan menggunakan payung  sebelum masuk rumah dia melihat ada seseorang dengan pakaian tertutup di seberang jalan namun orang itu menghilang . Kemudian ketika masuk ke dalam rumah pria dengan pakaian tertutup itu langsung menusuk pria tadi dan meninggalkan pisau disamping jasadnya . Namun ketika hendak melarikan diri tidak sengaja korek api yang dibawah oleh pria tersebut jatuh ke tanah .


Kesokan harinya di Kantor B&G Jae In sibuk membawa banyak tumpukan berkas- berkas yang diminta oleh para pegawai lain . Nona Min tersenyum melihat Jae In yang bersemangat ketika bekerja . Rombongan pengacara Koo datang “ Kamu sedang mengawasi antekmu ?” 
“Antek ku ? jaga ucapanmu dia diterima berdasarkan prosedur , ” mereka terus berdebat hingga Nona Min membuat pengacara Koo tak bisa bicara lagi dan meninggalkannya pergi .


Pengacara Ko berpapasan denga Jae In dan meminta nya untuk membelikan Americano awalnya Jae In menolak “ Apa kamu tuli , aku memintamu membelikan Americano empat right now !” ahirnya Jae In membelikannya . Nona Min melihatnya dengan tatapan sebal tak percaya .


Jae In membawakan Americano pesanan pengacara Koo ke ruang rapat namun ketika akan pergi Jae In dipanggil oleh pengacara Koo “ Hei, intern apakah kamu tidak tahu suhu” pengacara Koo kepanasan saat meminum kopinya .”Kamu mau lidahku terbakar kamu membalas dendam denganku karena kusuruh kamu membawakan kopi meskipun kamu seorang pengacara ?”

Jae In : Itu karena anda minum kopi seperti air beras aku pengacara intern Seo Jae In ,dan aku berbicara langsung kepada senior Yoon Sang Koo,minum lah saat kopi itu mendingin” ucapan itu membuat semua peserta rapat tertawa .

Pengacara Koo : “ Pikirmu kamu hebat karena Nona Min menyukai mu kamu gila hei kamu melakukan hal buruk dengan pengacara Yoo kan , selama tahun pertamamu kerja kamu ingin masuk tv namun tidak bisa jadi kamu mengancam dia dengan pelecehan seksual semua orang di bidang itu tahu dan kamu tidak bisa bekerja” Namun ketika Jae In ingin menjawab pengacara Koo menyuruhnya pergi , Ahirnya Jae In pergi dengan perasaan kesal.


Di atas atap Jae In berteriak meluapkan semua rasa kesalnya “Sejauh apa aku harus menahannya.Kapan aku bisa mencaci ! bisakah seseorang memberitahuku persetan dengan dunia ini . Dunia ini sangat kacau dasar brengsek ! aku membencimu semua sangat menjengkelkan . Dasar sialan !” Jae In terus mengumpat dengan suara yang mirip burung berkicau .


Pengacara Ju Kyung datang dan menasehati Jae In “Karena itulah kita mencari nafkah .Dunia ini sangat berantakan, jadi orang- orang diperlakukan tidak adil beberapa melanggar hukum karena marah,karna itu mereka butuh pengacara, tahukah kamu mengapa aku mempekerjakanmu , karna hukum tertinggi pun memiliki kelemahan situasimu salah satunya dalam situasi itu kamu cenderung menggunakan tinju mu dibandingkan hukum aku suka itu”
Nona Min menepuk bahu Jae In dan menyuruh nya untuk ceria .


Melihat Jae In tadi Ju Kyung teringat saat menghibur Tae Rim  yang melakukan kesal karena kalah dipersidangan .

Tae Rim “Aku akan menang dengan berbagai cara itulah pengacara dan jika aku kalah aku akan berhenti menjadi pengacara , aku tidak akan memegang tangan klienku dan menagis dan berkata aku sudah beruasaha keras lebih baik aku berhenti dari pada menjadi pengacara berdalih . Tapi aku tidak akan pernah kalah ”


Jae in bertemu dengan temannya Nam Seol Hee “ Kudengar bedebah itu pengacara Yoo membicarakan dirimu ke semua orang inilah seharusnya kamu mengambil semuanya dari dia saat itu sehingga keadaan tidak menjadi seperti ini” 
Jae In menggelak bahwa penampilannya sudah berubah namun Seol Hee tetap seperti itu mereka saling bercerita mengenai kesulitan masing – masing Jae In dengan masalah pekerjaan nya Seol Hee dengan masalah bisnis dan kencan butanya “ Aku akan berusaha berusaha untuk mencari suami yang bekerja di bidang hukum untuk mengatasi rasa minder ku karna gagal ujian advocat” 
Kemudian mereka saling menguatkan dan memberi semangat satu sama lain.


Seol Hee mengajak Jae In minum namun Jae In menolak karna dia besok ada pertandingan tinju.
Jae In : “Itu adalah pertandingan Tinju kelas amatir” .
Seol Hee protes menapa Jae In mengikuti pertandingan tinju .


Keesokan nya pertandingan tinju yang di ikuti Jae In adalah pertandingan melawan anak SMP Seol Hee meminta Jae In untuk mengalah namun pelatih bilang dia tidak akan membiarkan ini karna ini adalah pertandingan resmi .


Jae In mulai bertanding Pelatih dan Seol Hee menyemangati nya dari luar ring , namun yang terjadi adalah Jae In terus menerima pukulan dari lawannya .
Seol Hee : “Kamu yakin dia belajar tinju dengan benar ?”
Pelatih : “Aku sudah bilang bahwa ini adalah ide buruk , tapi dia ngotot melakukannya ”
Ahirnya Jae In kalah dengan satu pukulan keras diwajahnya yang membuat Jae In mimisan dan jatuh pingsan hingga harus dilakukan di rumah sakit.

Comments


EmoticonEmoticon