Selasa, Februari 19, 2019

SINOPSIS The Evolution of Our Love Episode 3 PART 2

PS : All images credit and content copyright : ZJTV


Di tempat kursusnya Luifei baru saja menyelesaikan masakannya, dan Qing Qing sudah sangat ingin mencobanya tapi kata Luifei nanti, setelah tutornya menilai masakannya dulu dan Qing Qing menyetujui hal itu. 


Luifei lalu menyerahkan hasil masakannya dengan bimbang-bimbang cemas, tapi tutor memasaknya itu menilai hasilnya bagus kok. 

Chef pendampingnya memberitau Luifei kalo tutor memasaknya itu baru tau kalo hari ini adalah hari valentine, jadi tidak heran kenapa yang lain tidak hadir. Tutornya ingin menyudahi kelas, dengan tersenyum asisten chef mengatakan kalo piring bisa menjadi dingin tapi hati kekasih tidak bisa, maksudnya kalo piring bisa menunggu tapi kalo pacarkan nggak bisa, gitu.

Tutornya ini kayaknya orang Perancis, dari tadi pake bahasa Perancis dan di terjemahkan sama asistennya, dan sekarang dengan bahasa Perancisnya Luifei mengatakan kalo Qing Qing hanya rekan kerjanya, tutornya hanya mengiyakan saja.


Qing Qing dengan antusias bertanya apa yang tutornya itu bilang, dan Luifei hanya mengelengkan kepala sambil tersenyum, hal itu tidak mempengaruhi Qing Qing dia malah sangat antusias mencicipi masakan Luifei.


Setelah pulang, Luifei dan Qing Qing jalan berdua. Qing Qing baru tau kalo Luifei bisa berbahasa Perancis walaupun kata Luifei hanya baru sedikit, sekali lagi Qing Qing menanyakan apa yang tadi Luifei bilang sama tutornya itu, Luifei sangat jujur mengatakan kalo dia bilang mereka hanya rekan kerja, mendengarnya Qing Qing jadi sedikit kesal tapi ya tidak papa, kan memang seperti itu.

Qing Qing juga memuji masakan Luifei habis-habisan, dan menceritakan jika dirinya dulu tidak suka ikan karena banyak durinya tapi ternyata hal itu karena dia tidak memasaknya dengan benar, ah sekarang dia sangat menyukai ikan rasanya.

Bagi Luifei ada hal lain tentang memasak selain itu, makanan dibuat dengan perasaan berbeda dengan rasa yang juga berbeda-beda, sebagai koki itu sama, mereka harus memiliki indra perasa dan penciuman yang tajam.

Qing Qing sangat kagum mendengarnya, apa lagi baru kali ini Luifei berbicara dengan satu tarikan nafas, ah Luifei jadi tidak enak di sanjung dan dia terus menyangkal, mungkin hari ini dia banyak bicara karena terlalu banyak minum anggur putih. Tapi Qing Qing malah sangat suka ketika mendengar Luifei berbicara, suara Luifei sangat bagus, dia ingin Luifei lebih banyak bercerita tentang dirinya. 

Luifei mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Qing Qing makan, kebetulan di dekat sana ada restoran yang enak, fakta bahwa Luifei malu-malu membuat Qing Qing semakin senang.


Ruoman keluar dari restoran sendirian, dia baik-baik saja tapi melihat kanan kirinya orang berpacaran membuatnya sedikit iri? Sampai akhirnya dia berhenti di sebuah restoran lagi. Berdiri di depan restoran itu dan tersenyum, pandangannya  menerawang pada kejadian beberapa tahun yang lalu. 


Sembilan tahun yang lalu saat Ruoman dan Luifei keluar dari restoran itu, Ruoman sangat memuji jika restoran itu benar-benar bagus namun sayang sangat mahal, untuk satu kali makan saja sudah menghabiskan dari setengah gajinya selama satu bulan. Luifei yang berjalan di sampingnya mengatakan kalo Ruoman menyukai makanannya, dia bisa belajar cara memasaknya, dia dapat memasakannya untuk Ruoman.

Mendengar hal itu Ruoman sangat senang, dia sampai berteriak heboh dan diperhatikan beberapa orang yang lewat, Ruoman memuji Luifei adalah teman yang baik, Luifei langsung menghentikan hal itu, malu karena banyak orang yang memperhatikannya.

Ruoman berjanji setelah ini dia akan menghasilkan banyak uang, dengan cara itu dia bisa makan sebanyak yang dia mau. Ketika dia menjadi kaya dia akan memperlakukan restoran itu seperti sebuah kafe.

Di masa kini Ruoman sedang berjalan memasuki restoran itu.


Qing Qing dan Luifei masih berjalan dan saling mengobrol, kali ini tentang kekhawatiran Qing Qing saat membuat janji dengan pasien, Luifei memberinya beberapa tips agar Qing Qing tidak khawatir lagi. Ditengah obrolan mereka itu Luifei menerima pesan dari Ruoman, menanyakan keberadaan Luifei dan mengajaknya bertemu di restoran tadi.


Qing Qing sangat peka, dia bertanya apa teman Luifei mencarinya dan jika iya tidak apa-apa, Luifei bisa pergi lagian dia sudah bersamanya selama beberapa jam, Luifei meminta maaf tidak bisa menemani Qing Qing lagi.


Karena mereka sudah sampai didepan restoran, Luifei menawarkan diri untuk masuk sebentar baru habis itu dia pergi, Qing Qing tidak mau, lebih baik lain waktu saja, selain itu dia sudah kenyang, masakan Luifei yang tadi sangat lezat dan Luifei tidak perlu juga mengantarnya, dia akan naik kereta bawah tanah nanti, Luifei ingin Qing Qing mengiriminya pesan kalo nanti sudah sampai rumah, hal itu membuat Qing Qing tertawa cekikikan sangking bahagianya, Luifei malah bingung sendiri. 

Qing Qing begitu karena terakhir kali dia pulang tanpa di antar Luifei dan ahirnya dia yang mengirim pesan ke Luifei dan kali ini dengan jelas Luifei meminta Qing Qing untuk mengabarinya agar memastikan Qing Qing aman, Qing Qing juga bertanya apa Luifei tidak sadar jika sikapnya sudah banyak berubah, Luifei hanya bisa tersenyum mendengar hal itu lalu meminta Qing Qing pulang dan beristirahat.

Malam itu Qing Qing benar-benar bahagia, bukan wajahnya saja yang memanas tapi hatinya juga, mungkin saat itu ada banyak kupu-kupu di perutnya yang sedang berterbangan, mengelitik geli. Halah apaan sih.


Luifei baru saja tiba di restoran dan langsung duduk, tanpa basa-basi apapun hanya mereka saling menuang minuman ke gelas masing-masing dan bersulang. 

Setelah minum, Ruoman bertanya apa Luifei ingat ketika dia minum dengan Luifei di tempat ini, mungkin saat itu usianya 25 tahun. 


Tiga tahun yang lalu..
Ruoman dan Luifei sama-sama mabuk di restoran itu, Ruoman bertanya padanya kenapa Luifei tidak berkencan dengan siapapun juga, saat itu Luifei hanya merasa dia belum menemukan orang yang tepat. Dengan sedih Ruoman mengatakan jika Ma Lingli juga bukan orang yang tepat, tapi dia beruntung karena ada seseorang yang mencintainya.

Ruoman saat itu menangis dan seperti biasa perhatian Luifei hanya terfokus padanya, Luifei memarahi Ruoman, jangan berpikir yang aneh-aneh karena Ruoman sendiri adalah yang terbaik dan paling baik. Jangan meragukan diri sendiri, hanya saja memang belum bertemu dengan orang yang tepat.

Bahkan Ruoman merasa dirinya itu hebat, dia juga tidak memiliki criteria yang terlalu tinggi, cukup tampan dan memiliki kepribadian yang baik, tidak berpenghasilan lebih rendah darinya dan yang lebih penting orang itu menarik (itu tinggi namanya mbakkk hadeh)

Ruoman menatap Luifei, dengaan serius dia mengatakan kalo ayahnya menghubunginya hari ini, dan bertanya kenapa dirinya tidak bisa menganggap keberadaan Luifei, Ruoman menjawab bahwa dia sudah mencoba tapi memang tidak ada perasaan seperti itu diantara mereka.


Hari ini Ruoman tersenyum mengingat kejadian itu, kata-kata yang dirinya katakan saat itu benar-benar menjadi kenyataan, meskipun dia benci dengan harapan masyarakat yang sangat mendukungnya dengan Luifei, dia tau banyak orang yang berharap akan hal itu.

 Bahkan usia ideal sebuah pernikahan dari tahun ke tahun masih sama, dia harus mengakui hal itu, di Negara manapun 28 tahun adalah usia yang paling cocok untuk menikah. Dulu sejak SMA hingga kuliah perhatian Ruoman sepenuhnya hanya untuk Ding Yuyang, setelah lulus kuliah pun Ruoman masih nyia-nyiain satu tahunnya untuk memikirkan Ding Yuyang, setelah itu dia menjadi mahasiswa riset, dia memilih sekolah yang sangat tidak imbang dengan rasio 1:5 pria dan wanita dan menyia-nyiakan 2 tahunnya lagi, dia lulus saat usianya 24 tahun dan fokus membuat derajat di masyarakat naik dan bergantung pada kerja keras di pekerjaannya. 

Luifei mengingatkan Ruoman kalo setelah itu dia bertemu Zhao Chao, dengan sarkas Ruoman berterima kasih sudah mengingatkan dia akan hal itu, laki-laki brengsek yang tidak bisa dia lupakan. Saat itu Ruoman tahu kalo mereka tidak cocok tetapi dia masih memaksakan diri untuk berusaha membuatnya lebih baik, pada akhirnya hasilnya menujukkan yang demikian, memaksa tidak akan pernah berhasil. Tiba-tiba saja mereka ada di hari ini, dengan jalan masing-masing.

Melihat Ruoman yang begitu terbawa perasaan membuat Luifei khawatir, apa kiranya yang sudah dihadapi hari ini oleh Ruoman sampai sedemikian terbawa perasaan, apa seseorang telah menganggunya atau dia yang cemburu melihat banyak pasangan, Ruoman mengatakan kalo sulit menjelaskannya yang jelas perasaannya campur aduk sekarang.


Adegan beralih pada Qing Qing yang sedang berada di kamarnya, duduk di depan kaca dan melihat bagaimana wajahnya masih saja bersemu merah. Dia mengambil hapenya dan melihat foto-foto Luifei yang tadi dia ambil sambil teru tersenyum memperhatikan foto-foto itu. 


Qing Qing mengambil sesuatu di lacinya, kaca tiket gitu, pokoknya ada 2. Lalu dia menuliskan sesuatu, mungkin nulis diary. 


Kembali ke restoran, Ruoman mengatakan kalo mungkin perihal taruhan yang akan menang adalah dirinya jadi dia menyuruh Luifei untuk menyiapkan 20.000 yen. Dia tidak bercanda saat mengatakan hal itu, mendengar Ruoman begitu yakin membuat Luifei menanyakan bukannya mereka harus saling melapor kalo ada kemajuan, tapi menurut Ruoman dia belum sampai tahap untuk melaporkannya. Luifei menebak jika yang dimaksud Ruoman itu apakah asisten barunya, Ruoman mengiyakannya, dia enam tahun lebih muda darinya.


Setelah pulang dari restoran, dirumah Luifei sedang memeriksa beberapa buku, mungkin untuk bacaannya, tapi perhatiannya teralih pada laci yang tidak tertutup sempurna, dia membuka laci itu menemukan sebuah kotak perhiasan yang ketika di buka bersi kalung.


Hari itu ternyata Luifei pergi ke toko perhiasan, dia ditawari sebuah cincin tapi dia bilang kalo yang dia cari bukan untuk lamaran, ini untuk ulang tahun seorang teman, bukan pacar tapi juga bukan teman biasa, ini untuk teman yang sangat istimewa. Hubungan di mana cincin bukan hadiah yang tepat. Mendengar penjelasan itu membuat pelayan menyarankan sebuah kalung, itu yang terbaru dari toko mereka, kalung bagian dari ‘I Do 360 Derajat Cinta Seri’.

Dan berikutnya ingatan tentang hari ulang tahun Ruoman, dimana dia ingin memberikan hadiah itu tapi urung.

Luifei memperhatikan kalung itu, mengembalikan lagi pada tempatnya dan memikirkan sesuatu.


Berbeda dengan Ruoman yang pulang ke apartemennya dan menemukan buket bunga di depan pintu, dia bertanya-tanya siapa yang memberinya bunga atau jangan-jangan orang salah alamat, setelah mendekat dan melihat kartu ucapannya benar itu untuk dirinya dan Ruoman benar-benar terkejut, tapi tidak ada nama pengirimnya, tidak mungkin Luifei karena dia baru saja bertemu dengannya, apa An Zhuo, tapi Ruoman juga masih ragu. Walaupun dugaan terkuat An Zhuo tapi Ruoman tidak ingin gegabah jadi dia menahan dirinya untuk penasaran lebih lanjut.


Masih di kamarnya, Qing Qing memberanikan diri mengirim pesan kepada Luifei, sementara Luifei ditempatnya sedang di dapur, memasak. Dia mendengarkan voice note dari Qing Qing yang menanyakan apa Luifei sudah pulang dan apa yang sedang Luifei lakukan, fengan singkat Luifei membalas iya dia sudah pulang dan sedang membuat kue.

Qing Qing ingin menanyakan orang yang tadi Luifei temui laki-laki atau perempuan tapi akhirnya dia urung, merasa belum memiliki hak sejauh itu. Berganti dengan voice note yang memuji Luifei yang ternyata juga pandai membuat kue, Luifei membalas jika dirinya akan membawa kue itu untuk orang-orang di rumah sakit besok, menyuruh Qing Qing beristirahat dan mengucapkan selamat malam.


Ruoman sudah bersiap untuk tidur, tapi tidurnya sama sekali tidak tenang, dia masih memikirkan tentang buket bunga itu, apa yang An Zhuo pikirkan dan kenapa dia melakukan hal itu kepadanya, apa jangan-jangan diam-diam An Zhuo menyukainya, tapi saat pertama kali mereka bertemu di kafe, An Zhuo bahkan tidak meliriknya sedikitpun. Atau mungkin An Zhuo memang memperlakukan semua orang sama, tapi ah tidak jelas-jelas tempo hari dia dengan sengaja menutup pintu lift saat Gina ingin meminta menunggu.

Ruoman berpikir lagi, mungkin ini kebiasaannya untuk menjalin hubungan dengan atasan wanitanya. Ruoman benar-benar pusing memikirkan segala kemungkinan.


Keesokan harinya Qing Qing sedang berada di dapur, memasak. Seorang tetangga yang kebetulan lewat menyapanya, tidak menyangka Qing Qing bangun pagi bahkan memasak begitu banyak, Qing Qing menjelaskan itu untuk makan siangnya ditempat kerja. Hal itu membuat tetangganya itu curiga jadi menanyakan apa Qing Qing sudah punya pacar, Qing Qing hanya tersenyum. Dan kali ini tetangganya itu dengan tegas mengatakan kalo mereka sepakat dalam kontrakan bahwa kamar hanya untuk satu orang alias dia tidak akan membiarkan Qing Qing membawa pacarnya tinggal bersamanya, dengan bangga Qing Qing menjelaskan jika seseorang yang dia sukai bukan orang yang seperti itu, dia sangat jujur tapi tetangganya itu meragukannya, mana ada pria yang seperti itu. Tapi dengan yakin Qing Qing merasa Luifei bukan tipe orang yang seperti itu.


Saat  Ruoman menunggu lift terbuka, An Zhuo baru saja datang tersenyum menyapa Ruoman dan berdiri disampingnya  untuk menunggu lift. Karena Ruoman tiba-tiba menanyakan tidur An Zhuo, hal itu membuat An Zhuo merasa ada yang aneh dengan Ruoman tapi dia hanya senyum saja.

Setelah lift terbuka dan semua orang masuk, tiba-tiba ada seorang kurir bunga yang berlari agar tidak tertinggal lift, dia berdiri membelakangi pintu lift yang alhasil bunga yang dia bawa terlalu dekat dengan An Zhuo, An Zhuo sendiri terlihat tidak nyaman.

Melihat ada bunga Ruoman member kode pada An Zhuo jika bunganya indah ya, An Zhuo mah sok-sok iya tapi akhirnya bersin juga, dia meminta kurir bunga itu untuk menjauh karena dia punya alergi pada serbuk bunga. 

Ruoman jalan ke kantor dengan sedikit kesal, lebih pada kecewa karena dugaannya salah.


Luifei datang ke rumah sakit dengan membawa banyak kue dan menyerahkannya pada seorang perawat, memintanya membagikan kue itu pada rekan kerja yang lain, suster itu oke-oke saja, mereka sangat beruntung bisa mencoba ketrampilan memasak Luifei lagi. Saat Luifei berjalan kembali keruangannya, Qing Qing datang dengan bekal makanan yang dia bawa…

Comments


EmoticonEmoticon