Senin, Februari 18, 2019

SINOPSIS The Evolution of Our Love Episode 3 PART 1

PS : All images credit and content copyright : ZJTV


Setelah Luifei mengaku sengaja menemui Ruoman dan mengajak makan malam bersama, Ruoman menyetujui hal itu, dia akan kesana dalam waktu 30 menit lagi.


Mereka sekarang ada di minimarket, sedang jalan sambil memcari bahan makanan dan saling ngobrol.

Ruoman bercerita jika asisten lamanya kembali ke provinsi asalnya dan sekarang di kantornya ada asisten baru untuknya. Dan tangapan sederhana Luifei seolah bukan menjadi masalah oleh Ruoman, seolah biasa, sudah terbiasa.

Saat akan menceritakan lebih lanjut tentang An Zhuo, Ruoman langsung berganti topic dengan ingin makan tahu yang lembut tapi di tegur oleh Luifei karena yang di ambil Ruoman adalah tahu beku, Ruoman yang malu sok diem aja dan memilih jalan terus.


Saat di kasir Luifei yang ingin membayar belanjaannya tapi di cegah oleh Ruoman, biar dirinya saja lagian penghasilan dia dan Luifei banyakan dirinya, sampai mbak-mbak kasirnya ngeliatin ke Ruoman kaya nggak suka gitu, dari muka Luifei juga kayaknya Ruoman tau kalo Luife juga nggak suka atau malu.


Setelah membayar Ruoman tanya ke Luifei, apa sikapnya udah mempermalukan Luifei, dengan soknya bagi Luifei itu udah biasa, dia baik-baik saja lagian Ruoman tidak memiliki niat jahat padanya, dan juga apa yang Ruoman katakan itu benar.

Ruoman senang, persis yang Luifei katakan, dirinya adalah durian, hanya orang yang mengerti dirinya yang dapat menghargainya, seperti Luifei dan Sunnie.

Luifei mengejek kalo Ruoman tidak akan menemukan yang ketiga, dengan bercanda Ruoman langsung memukul Luifei.

Lucu banget mereka tuh, Luifei doang yang bisa nerima baik buruknya Ruoman^^


Di rumahnya Luifei sedang masak di dapur, sedangkan Ruoman lagi tiduran di sofa sambil nonton tv


Saat itu ibu Ruoman telpon, Ruoman tersenyum dan mengangkat telponnya, mengoda ibunya kali ini mau membeli emas atau tembaga, tapi bukan itu ibu hanya ingin mengingatkan Ruoman kalo sebentar lagi pertengahan bulan, Ruoman sudah tau itu, kapan dia lupa memberikan uang bulanan pada ibunya.

Ibunya lalu bertanya diman Ruoman, dan Ruoman dengan jujur mengatakan kalo dia sedang ada di rumah Luifei, sebenarnya Ruoman ingin menceritakan sesuatu pada ibunya tapi ibu terlalu ingin berbicara dengan Luifei ada sesuatu yang ingin ibu katakan pada Luifei. Ruoman langsung turun dari sofa dan menuju dapur.


Ruoman memberikan ponselnya pada Luifei dan langsung ingin memotong bahan makanan, tapi langsung di tampis tangannya oleh Luifei disuruh cuci tangan dulu dan Ruoman menurut.

Ibu mengobrol dengan Luifei, seperti mengobrol dengan menantu laki-lakinya, duh. Luifei juga mengatakan dia akan membelikan ibu suplemen dari sini dan mengirimkannya pada ibu.

Ditengah obrolan ibu dan Luifei, Ruoman malah asik memakan bahan makanannya, seperti makan tomat dll, yang jelas dengan isyaratnya ditegur oleh Luifei. Tidak mau Ruoman ngabisin semua bahan makanan, Luifei memilih me-loudspeaker telpon dari ibu.

Ibu bercerita lagi kalo beberapa hari lalu dia menelpon Ruoman, dia bilang ingin membeli emas dan perak, tapi itu bukan karena ibu benar-benar ingin membelinya, ibu hanya ingin menguji Ruoman. Tapi tempramen Ruoman begitu besar dan menjadi tidak sabar, seolah ibu menganggunya karena sudah telpon Ruoman, ibu sampai malu di depan teman-teman mahjongnya. 

Dengan lembut Luifei memberitahu ibu kalo Ruoman tidak sabar karena dia khawatir jika ibunya akan kena tipu, mendengar itu ibu ingin Luifei berhenti membela Ruoman, orang-orang seperti Ruoman tidak akan pernah menghargai orang-orang seperti Luifei hanya karena membelanya.


Ayah bergabung dengan ibu, dan langsung ingin berbicara dengan Luifei juga. Ayah menanyakan apa Luifei sudah makan dan setelahnya membahas apa Luifei sudah menemukan pacar di Beijing, yang tentu di jawab belum oleh Luifei.

Menurut ayah itu bagus, maksudnya Luifei harus cepat menemukan satu perempuan, Luifei tidak bisa melajang terus seperti ini, jika Luifei sudah menemukan satu, dia harus membawanya kembali kesana untuk ibu dan ayah lihat. Ayah yang akan menilai apa perempuan itu cocok atau tidak. Ruoman langsung berseru kalo ayah bukan orang tua Luifei, kenapa juga Luifei harus menunjukkannya pada ayah. Mendengar puterinya yang menjawab membuat ayah bingung, katanya lagi ngobrol sama Luifei, kenapa putrinya yang menjawab. Ibu langsung cepat-cepat mematikan telponnya. Dan di seberang sana tersangkanya sedang tertawa bersama Luifei, merasa heran sebenarnya yang anak kandung ayah dan ibu itu dirinya atau Luifei.


Mereka makan malem bareng, lauknya banyak banget. Hehe kan yang masak Luifei.

Ruoman memuji Luifei tapi tidak ingin terlihat memuji, katanya masakan Luifei lebih enak dari pada masakan koki di restoran lain. Tapi bagi Luifei Ruoman memujinya hanya karena dia ngasih makanan ke Rouman hahahaha.

Ruoman membenarkan, ini makanan terakhir yang dia punya sejak 1 bulan terakhir, lalu Luifei memberikan lauk yang ada di mangkiknya untuk Ruoman. Melihat Ruoman yang makan terlalu cepat membuat Luifei menegurnya, meminta makan lebih pelan lagi pula tidak akan ada yang mau mencuri makanan Ruoman.

Teguran dari Luifei ini membuat Ruoman teringat dengan An Zhuo, jadi dia tanya sama Luifei,
Ruoman : “Hei, jika perempuan makan terlalu cepat, apa kita terlihat kurang sopan di depan kalian?”
Luifei : “Tidak juga. Terutama karena buruk bagi kesehatanmu.”
Ruoman : “Oh, itu yang dia katakana juga.”

Dengan muka serius Luifei bertanya siapa orang itu dan Ruoman bilang kalo asisten barunya yang mengatakannya, Luifei langsung menebak jika itu pria, karena Ruoman tidak akan terganggu dengan omongan perempuan.


Setelah mengelak jika Ruoman terlalu peduli dengan omongan asistennya itu, dia mengalihkan pembicaraan. Dia bertanya apa yang tadi Luifei katakan pada orang tuanya itu benar kan, Luifei masih bingung, omongan yang mana yang di maksud.

Ruoman : “Kamu bilang sama ayah kalo kamu belum punya pacar, kamu nggak bohong kan?”

Luifei membenarkan dia, nggak ada alasan dia buat bohong juga, tapi Ruoman nggak percaya, tadi Luifei waktu bilang sempet ragu sebentar, kata Luifei itu karena dia menelan makanannya dulu.

Tidak sampai disitu, Ruoman berdiri dan mendekat kearah Luifei, memaksa Luifei mengaku yang sebenarnya, siapa sebenarnya yang ada dipikiran Luifei, siapa orang yang muncul dihati Luifei saat ini.

Dengan tekanan Ruoman itu, Luifei tetap mengatakan tidak ada (kalo adapun itu kamu mbakk). Karena hal ini Ruoman menambahkan syarat dalam taruhan mereka, jika ada kemajuan hubungan satu sama lain harus saling melaporkannya, jika tidak kemenangannya menjadi tidak valid.


Setelah makan malam Luifei langsung nyuci piring-piringnya, nyuci buah-buahan juga.

Waktu balik ke ruang tengah, Ruoman udah tidur di sofa padahal Luifei udah potong-potongin apel, ngeliat Ruoman yang udah tidur pulas, Luifei membenarkan selimut agar Ruoman nggak kedinginan dan mengeluarkan game yang tadi pasti Ruoman lagi main game terus ketiduran, makananya belum di close.

Luifei hanya berdiri dan diam memperhatikan Ruoman yang sedang tidur.


Di pantry Gina sama temennya lagi ngobrol, temennya nanya apa An Zhuo masih terus aja cuekin Gina, Gina menyangkalnya katanya An Zhuo sangat cepat membalas pesan dari Gina, tapi jawabannya bilang kalo dia sibuk mala mini terus nggak ada lagi. 

Saat itu Ruoman juga ke pantry, karena Gina lagi ngobrolin An Zhuo dia jadi lama padahal Cuma bikin minuman doang, ya gitulah nguping mungkin.

Gina yang terus lanjut cerita langsung dihentikan sama temannya, temannya ini kayaknya peka, jadi dia negur Ruoman yang terlalu lama bikin minuman, Ruoman si alasannya kalo tehnya susah di seduh terus langsung cabut dari sana.


Qing Qing ke ruangan Luifei, dia semangat banget bilang kalo hari ini dia gajian, meskipun dia baru setengah bulan disana, ini adalah gaji pertamanya, dia udah sangat menantikannya dan akhirnya bisa ngirim uang ke neneknya, Luifei kaget tapi dia juga ikut seneng dengernya,

Nenek Qing Qing adalah orang yang membesarkan Qing Qing, mereka sangat dekat, meskipun neneknya makin tua dan kesehatannya tidak seperti sebelumnya, setiap kali Qing Qing mengirimkan uang atau hadiah kepadanya, neneknya akan marah, tapi Qing Qing tau bahwa di dalam hati nenek sangat bahagia. Ya mereka bekerja keras agar orang yang mereka cintai dapat memiliki kehidupan yang lebih baik.

Lui ikut senang dan dia mengirimkan salam untuk nenek Qing Qing, beritahu neneknya kalo dia berharap kesehatan neneknya baik dan panjang umur. Qing Qing sangat berterima kasih.

Lalu teringat kalo hari ini libur, semua orang sudah pulang tapi kenapa Luifei belum pulang untuk berkencan, hari ini hari valentine china dan Luifei bilang dia tidak merayakan liburan ini. Hal itu membuat Qing Qing sangat senang dan bertanya jadi Luifei akan pergi kemana, karena hari ini indah sayang kalo pulang kerumah. Hari ini Luifei ada kelas, Qing Qing sebenarnya pengen ikut tapi dia cukup tau diri, jadinya nggak ikut sekalipun ingin.


Ruoman lagi ada di restoran, sendirian. Sementara di kanan kirinya adalah pasangan semua, maklum hari valentine. Melihat pasangan yang lagi bertengkar di sebelah malah membuat Ruoman tertawa.  Setelah itu dia pergi buat ambil makanan dan lagi-lagi merasa iri melihat semua orang bersama pasangannya.

Dalam psikologi, cinta adalah momen ketika dua orang mengembangkan resonansi positif satu sama lain. Untuk kekasih yang tidak bisa beresonansi lagi, adalah hari valentine hanya lebih fokus pada bentuk daripada konten atau rehabilitasi emosi mereka?
*ini bahasa apaansih subnya ya Allah.


Di antara lalu lalang orang yang berpacaran, Qing Qing dan Luifei sama-sama jalan seorang diri. 


Saat kembali dari ambil makannya, Ruoman menemukan tempat duduknya sudah di duduki oleh pasangan lain, saat menegur mereka, Ruoman malah di cuekin, jadilah dia manggil pelayan, dia protes abis ambil makanan malah tempatnya di dudukin orang lain, pelayan meminta maaf karena dia tidak tau bahwa ada orang yang duduk disana, dia akan mengatur meja lain untuk Ruoman dan sepertinya Ruoman harus nunggu dulu karena tempatnya penuh, Ruoman tidak terima, dia ingin pelayan itu memanggil pelayan yang menempatkan dia disana dan juga manajer restoran tersebut.


Ruoman ada di pinggir jalan, menunggu taksi saat itu dia melihat Qing Qing di halte, sendirian. Dan taksi datang menghampirinya.


Luifei lebih memilih menghampiri Qing Qing yang sedang asik melihat ponselnya, dan begitu bahagia saat melihat Luifei didepannya. Luifei dengan hati-hati mengajak Qing Qing untuk menemani dia di kelas memasak masakan barat, tapi nanti kalo misal Qing Qing bosen, dia bisa pergi kapan aja kok, Qing Qing bilang dia mau, dia sangat suka memasak, Qing Qng mengatakan itu dengan mata yang berbinar. Selama dia tidak sendirian dan melakukan sesuatu pasti sangat menarik.


Setelah Ruoman bertemu manajer dan pelayan yang menempatkannya, dia mulai menyamaikan keluhannya, apa lagi ini alasannya karena dia sendian, apa menjadi lajar menjadi tidak bisa di perlakukan adil, di tengah debat yang kayaknya Ruoman yang bakal menang, tiba-tiba seorang pelanggan datang yang tentu langsung di sapa oleh pelayan.


Dan wow ternyata yang dateng adalah An Zhuo, saat pelanggan bilang dia harus menunggu meja, An Zhuo bilang kalo dia datang bersama Ruoman yang ada di depannya, yang tentu kehadiran An Zhuo saja sudah membuat Ruoman terkejut, apalagi sekarang An Zhuo bilang kalo dia bersama Ruoman.
An Zhuo tersenyum, menjadi canggung saat Ruoman menatapnya bertanya.


Akhirnya An Zhuo dan Ruoman dapet meja juga, tapi Ruoman benar-benar menatap An Zhuo dengan menyelidik, melihat Ruoman yang makan sedikit akhirnya An Zhuo menawarkan makanan lain, dia akan mengambilkannya, tapi ya namanya aja Ruoman kan yaa, dia nggak mau kalopun dia mau dia akan ambil sendiri nggak perlu An Zhuo ambilin. Tapi An Zhuo tetep berdiri ambil makanan.


Perasaanku memberitauku ini bukan kebetulan, apa dia mengikutiku?
Apakah ini hari pertamanya seperti ini atau apakah dia mengikutiku setiap hari?


Dalam prasangka-prasangka Ruoman itu, An Zhuo datang dengan kopi dan kue yang dia bawa, membuat Ruoman sedikit terkejut, yang An Zhuo juga sadari itu. Dia tersenyum bertanya apa dia mengejutkan Ruoman, lalu duduk kembali.

An Zhuo bertanya apa yang sedang Ruoman pikirkan, tapi dijawab cuek oleh Ruoman, kalo tidak banyak yang dia pikirkan. Tapi akhirnya Ruoman bertanya kok bisa An Zhuo ke restoran ini tanpa sengajakah.


An Zhuo : “Ini bukan kebetulan. Aku melihat kamu masuk.”
Ruoman : “Kamu benar-benar mengikutiku?”
An Zhuo : “Ya.”
Ruoman : “Kamu baru saja mengakuinya secara terang-terangan?”
An Zhuo : “Apakah ini aneh?”
Ruoman : “Tentu saja ini aneh. Apa yang kamu rencanakan?”

Dengan muka berpikirnya An Zhuo mengatakan ada yang ingin dia katakan dengan Ruoman, An Zhuo mengeluarkan berkas dalam tasnya, itu rencana untuk musim gugur dan musim dingin, An Zhuo benar-benar sedang membahas pendapatnya yang tempo hari Ruoman minta, tapi demi apapun itu Ruoman jadi kesel ya, udah juga ketauan banget si An Zhuo modus.

Pada hari valentine, mengikutiku ke restoran ini, yang penuh dengan pasangan, menggunakan cara yang begitu dramatis untuk datang, namun pada akhirnya kamu memberitahuku itu adalah berbicara tentang pekerjaan!

Karna sedari tadi An Zhuo pura-pura membahas pekerjaan, akhirnya Ruoman memintanya untuk tidak membahasnya lagian mereka lagi ada di restoran jadi sebaiknya makan dulu nanti bicarakan itu di kantor aja. 

An Zhuo senyum-senyum sambil canggung, sambil lucu banget hahahaaha
Dia benar-benar tidak terganggu. Di usia yang sangat muda, dia cukup berpengalaman.
Tidak ada gugup sama sekali. Aku tidak bisa membiarkan dia mengungguliku.


Sementara di tempat lain Luifei sedang kursus memasak dan Qing Qing fokus fotoin Luifei sambil senyam-senyum bahagia.


Pelayan menghampiri meja Ruoman dan An Zhuo, member bingkisan untuk hadiah valentine, tapi lagi-lagi Ruoman protes karena mereka berdua masak Cuma di kasih 1 doang, An Zhuo langsung bilang sama mbak-mbak pelayannya kalo Ruoman bercanda hahahahaha

Setelah ngeliat ke meja sebelah emang hadiahnya Cuma satu doang, hahahaha Ruoman kasian amat sih. Akhirnya mereka sepakat kalo hadiahnya dibagi 2, An Zhuo ngambilin hadiah buat Ruoman isinya bunga, terus waktu Ruoman hadiah buat An Zhuo isinya, aku sih nggak tau itu apa tapi kayaknya (maaf) kondom deh, karena habis pegang benda itu Ruoman langsung salting, masukin ke dalam bingkisannya lagi, An Zhuo mah ketawa aja ngeliat ekspresi Ruoman.

Ruoman yang masih salting langsung bilang kalo dia harus pergi, An Zhuo udah mau berdiri buat ikutan keluar tapi Ruoman langsung nyuruh An Zhuo nggak boleh gerak, duduk aja. Dengan cepat Ruoman ngambil uang buat bayar, sekali lagi An Zhuo bilang kalo dia aja tapi Ruomannya mana peduli, pokoknya bayar tagihannya dan jangan keluar bareng Ruoman, langsung kabur orangnya, An Zhuo Cuma senyum-senyum pusing mikirin tingkah Ruoman. Hahahahaha semangat buat An Zhuo, aku jadi baper sama An Zhuo kan, cara dia memperlakukan Ruoman bikin sukaaaa, apalagi kalo dia udah senyum halaah.

1 komentar

  1. Mirip drakor ni yaa crtanyaa..sama persis..tp yg d drakor cowoknya pramugara..buat ceweknya samaa..perusahaan sepatu.

    BalasHapus


EmoticonEmoticon