Minggu, Februari 17, 2019

SINOPSIS Between Friendship and Love 3 Episode 2

PS : All images credit and content copyright : Naver TV Cast


EPISODE 2
Dobongsan, A Repeat Sign


Pd Woo : “Aku menyukainmu.”
Sarang : “kenapa kamu tiba-tiba mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal..”
Pd Woo : “bukankah baris itu tidak memiliki konteks?”


Sarang yang sudah kepalang gugup merasa dia di permainkan. Dengan posisi yang masih sama, tiba-tiba temannya datang, senang sekali mengoda Sarang dan Pd Woo, bahkan temannya itu menyuruhnya melakukan di sofa, apaan banget kan.

Sarang langsung mendorong Pd Woo menjauh dan mengatakan kalo ini tidak seperti apa yang temannya itu lihat. Dengan tidak kalah gagapnya Pd Woo mengatakan kalo dia hanya mengatakan apa yang ada di dialog. Nggak tau harus ngapain lagi Pd Woo pergi tapi masih sempat melihat kea rah Sarang dan menahan senyumnya. Haduh adem banget Pd Woo.


Teman kantornya itu masih saja menggoda Sarang dengan terus menyebut nama Pd Woo, membuat Sarang frustasi dan jadi sebal meminta temannya itu berhenti menyebut nama Pd Woo.


Setelah temannya pergi, dengan nafas berat Sarang mengatakan,
Sarang : “Woo Jeong Woo, namamu sekarang sudah..”


Sarang dan Pd Woo pulang bersama, di jalan mereka masih membicarakan tentang scene dan script drama mereka, dan fokus mereka masih pada kissing scene dan dialog apa yang sebaiknya di ucapkan. Mereka terus berdebat dan mencari keputusan yang tepat. 

Pd Woo memberitau Sarang kalo sepertinya dia harus melakukan perubahan lagi, Sarang kira itu tentang script yang dia tulis, tapi ternyata ini tentang kalung yang dia pake, epilog pada akhir drama yang dimana Sarang membahas tentang kalungnya itu.

Dan kalo masalah tembok untuk adegan kissnya Pd Woo sudah menemukannya, mendengar itu Sarang sangat bersemangat sekali.

Pd Woo memperhatikan kopi yang tadi di bawa Sarang, tapi belum juga diminumnya, jadi dia menyuruh Sarang untuk meminumnya, kopi dengan tambahan sirup khas Sarang yang Pd Woo sudah hafal.


Pd Woo menyarankan untuk duduk sebentar sebelum pulang, sambil membahas drama mereka, dan Sarang menyetujuinya.

Sarang : “sebuah ciuman dan suatu pernyataan. Apa yang sebaiknya di katakan? Pd Woo ketika kamu menyatakan perasaan, bagaimana cara kamu melakukannya.”

Tiba-tiba saja Pd Woo mendapat pertanyaan yang tidak dia duga.

Pd Woo mengatakan jika dirinya menggunakan proses eliminasi, dia mengeliminasi orang yang dia suka pada suatu waktu dan melihat jika dia menyukai mereka dan membandingkan lebih menyukai yang ini atau yang itu. Dan jika dia masih menyukai orang itu, apakah perasaan itu nyata, ini adalah bagian paling sulit akan mudah ketika dia memiliki jawaban, pergi kepa orang itu dan tidak ada jalan kembali. Intinya dia akan menimang perasaannya, iya atau tidal, jika iya maka dia akan mengusahakannya sekuat mungkin.


Sarang ingin menjadikan cara itu untuk script berikutnya dan Pd Woo mengizinkannya, Sarang juga minta izin untuk menulisnya di rumah, karena rumahnya sangat jauh di Uijeongbu. Mendengar hal itu Pd Woo langsung mengeluarkan kartu perusahaan, satu karena Sarang sudah kerja lembur dan dua karena dia ingin Sarang pulang dengan selamat, tapi Sarang tidak mau karena pasti Pd Woo yang lebih membutuhkan itu.

Pd Woo tidak ingin ada alasan jadi dia menaruhnya saja, lagian rumahnya deket dari sini,  hal itu membuat Sarang tidak bisa menolak, saat ada panggilan telpon, Sarang meminta Pd Woo untuk jalan duluan, dia akan menyusul setelah menerima telpon.


Woojung menghubungi Sarang, dari cara Woojung bicara membuat Sarang khawatir dan suara ke hawatiran Sarang itu yang membuat langah Pd Woo terhenti.


Dalam mabuknya, Woojung memberitahu Sarang jika dirinya inum karena hari ini ada makan bersama di perusahaannya, Woojung mengeluh kenapa mereka minum terlalu banyak. Sarang dengan kesal memberitau jika dirinya merasa khawatir, jadi dia mengingatkan Woojung sebelum pulang pastikan dompetnya ada.

Woojung jadi teringat sesuatu, ah iyaa Sarang menulis Between Friendship and Love 2, apa Sarang pikir dirinya tidak tau tentang hal itu, Woojung sadar jika apa yang dia pikirkan dulu benar, Sarang akan menjadi penulis hebat dan sekarang itu menjadi nyata.


Ingatan Sarang kembali pada masalalu, saat itu dia dan Woojung sedang ada dikelas, dosen sedang mengadakan diskusi pada kelasnya, dan Woojung saat itu begitu usil menganggu Sarang, dia ingin melihat hasil tulisan Sarang tapi Sarang maunya nanti karena sekarang sedang ada dosen.


Saat akhirnya Woojung membaca tulisan Sarang dia begitu antusias dan berisik, sampai semua yang ada dikelas memperhatikan mereka karena kehebohan Woojung yang memuji tulisan Sarang, bahkan tanpa malu dia memberitau dosennya jika Sarang menulis script dengan sangat baik.


Di mabuknya itu Woojung merasa script itu menceritakan tentang dia, dan Sarang bertanya jika memang Woojung berpikir seperti itu, menurutnya endingnya bagaimana dan Woojung menjawab tentu saja endingnya sangat bagus. Sarang kesal karena itu berarti Woojung tidak melihat dramanya sampai selesai.


Tiba-tiba ada seorang wanita yang duduk di depan Woojung, dia juga mabuk, dan dari sebrang sana Sarang tau ada orang lain sekarang yang bersama Woojung.

Woojung bertanya apa gadis itu baik-baik saja, dan diseberang Sarang juga bertanya apa yang sedang Woojung lakukan.


Kembali ingatan masalalu itu muncul, hari dimana Woojung ingin mengatar teman perempuannya yang mabuk dan meminta Sarang untuk menunggu sebentar atau malah mau ikut dengannya, hari itu Sarang kesal karena Woojung yang sama sekali tidak peka.

Sarang memegang kalung miliknya, bersamaan dengan gadis diseberang sana menyebut nama woojung. Dan akhirnya Woojung menutup telpon dan mengatakan akan menghubunginya lagi nanti.


Belum juga kecewanya hilang, sekarang ditambah dengan Woojung yang mengiriminya pesan jika sepertinya  dia tidak bisa bertemu minggu ini, mungkin lain waktu. 
Sebisa mungkin Sarang menahan air matanya.


Pd Woo kembali dan duduk di samping Sarang, dia hanya duduk dan tanpa bicara, memberikan tisu lalu membiarkan Sarang tenggelam dalam tangisnya.

Dalam hubungan kami, dimana aku tidak bisa mengatakan apapun kepadamu saat kamu memperdulikan gadis lain

Ini adalah antara Sadang dan Ujieonbu


EPILOG
Q : “Kamu selalu menyentuh kalungmu Sarang.”
Sarang : “Iya. Sepertinya memang seperti itu.”
Q : “Harusnya itu membuatmu nyaman ketika kamu menyentuhnya.”
Sarang : “anehnya aku mulai merasa nyaman ketika menyentuh kalung itu.”
Setelah tanya jawab itu sarang permisi, pami karena dia aka nada rapat sebentar lagi.

1 komentar

  1. Lanjutt kakk..bgusss ni crtanyaa..aku dahh liat season pertama..tp kedua aku gk liatt..gak ada kayaknya yaa mbakk..di tggu lah pokokknya.
    gomawo

    BalasHapus


EmoticonEmoticon