Selasa, Februari 26, 2019

SINOPSIS Between Friendship and Love 3 Episode 4

PS : All images credit and content copyright : Naver TV Cast


EPISODE 4
Haegi, Opportunity Cost
Di kartor perusahaannya, Woojung sedang memotret brand yang perusahaannya produksi, Maeum melihat dan memperhatikan Woojung. 

Setelah selesai memotretnya Woojung mengungahnya di media social. Setelah selesai dengan itu baru dia sadar kalo sedari tadi Maeum dibelakangnya, melihat Maeum, Woojungpun tersenyum, sementara Maeum, malu. Hari ini dia memakai kalung pemberian Woojung.


Tidak selang berapa lama seorang karyawan datang dan meminta tolong untuk di foto copykan karena dia sedang buru-buru akan meeting. Sebenarnya Maeum agak keberatan tapi mau gimana lagi orangnya langsung pergi gitu aja.

Woojung di sana hanya memperhatikan saja.


Selanjutnya Maeum sedang ada di tempat foto copy tapi itu tidak mau berjalan, karena mungkin Maeum tidak tau bagaimana cara menjalankannya.
Tidak lama ada satu kertas foto copyan yang keluar, disana tertulis “Maeum, aku akan membantumu.”

Jelas hal itu membuat Maeum bingung, tapi Woojung tiba-tiba datang dan menyapanya, membuat Maeum terkejut. Perhatian Woojung fokus pada kalung yang di pakai Maeum, dia senang kalung pemberiannya di pakai, menurut Maeum kalung itu cantik makanya dia pakai.


Setelah itu Woojung menjelaskan bagaimana cara menjalankan mesin foto copy itu, karena ini printer multifungsi yang berbeda dengan apa yang di gunakan di sekolah-sekolah pasti Maeum bingung.

Setelah apa yang sudah di jelaskan Woojung itu Maeum sangat berterima kasih, dan karena Woojung sedang sibuk maka dia permisi. Maeum tersenyum melihat saat Woojung pergi.


Woojung lagi duduk sambil pegang brand perusahaan, mungkin lagi hapalan buat presentasi atau apa, dan temannya saat itu datang dan nyapa dia, temannya ini yang tadi minta tolong ke Maeum. Melihat tangan temannya yang ada tulisan apa nggak tau pokoknya itu, Woojung tertarik dan memotretnya.


Temannya itu duduk dan sadar sedari tadi Maeum masih di tempat foto copy dan menjadi khawatir.
Mereka berdua sama-sama menoleh ke belakang, ke tempat foto copyan dan memanggil Maeum, membuat Maeum terkejut.


Woojung dan temannya mendekat, dan Woojung memberitahu Maeum kalo dia menekan salah satu tombol, foto copyan itu akan selesai dalam 5 menit, Maeum sangat meminta maaf karena ini pertama kalinya dia memfoto copy


sementara temannya Woojung marah karena masak hal sederhana aja Maeum nggak bisa. Maeum benar-benar nggak enak banget, tapi Woojung langsung memberi isyarat pada temannya agar nggak marah-marah, jadi dia memilih bikin kopi. Maeum benar-benar minta maaf karena hal ini.

*btw ini yang jadi temannya Woojung tuh pernah main di drama apa gitu dan dia jadi psikopat, nggak tau kenapa kalo liat mukanya bawaanya masih suka kesel sendiri.


Kejadian ini malah mengingatkan Woojung akan Sarang, ah pasti Sarang banyak pekerjaan saat itu tapi dia rela membantu Woojung menjalankan mesin foto copy.


Dengan tersenyum akhirnya Woojung menawarkan diri memfoto copy setengahnya, ini akan selesai lebih cepat dari pada waktu Maeum memfoto copy tadi.


Dan di kantor sarangpun, dia sedang memfoto copy, sudah selesai dan saat akan kembali ke mejanya dia tidak sengaja bertemu Pd Woo, canggung.

Teman Sarang yang waktu itu menggoda Sarangpun aneh melihat interaksi keduanya yang canggung, dan hal itu menjadi bahan yang bagus untuk menggoda Pd Woo dan Sarang lagi. Dari yang mempertanyakan sikap aneh mereka dan atmosfer diantara keduanya. Tapi sarang dan Pd Woo tidak menanggapinya.

Akhirnya dia mengandeng keduanya mengajak makan siang bersama, Pd Woo setuju, mengajak mereka makan di tempat biasa mereka makan, Sarang tidak mau ikut dia mengaku tidak lapar, dan Pd Woo bilang kalo gitu dia akan belikan sandwich, tapi Sarang tetap menolaknya dan tepat saat itu perutnya berbunyi, menarik perhatian dua orang lainnya. 

Karena malu akhirnya dia berpura-pura seolah yang lapar adalah temannya dan menyuruh mereka untuk secepatnya makan, lalu Sarang kabur.


Melihat tingkah Sarang yang semakin mencurigakan, temannya makin menggoda Pd Woo, apa jangan-jangan kalian udah pacaran atau tidur bersama, mendengar hal itu Pd Woo yang dari tadi di gandeng langsung melepaskan gandengannya dan menyangkal semua itu dengan tegas. Lalu ikut-ikutan pergi.


Di mejanya Sarang galau banget, dari tadi nulis nama Woojung terus nama Pd Woo, apalagi waktu keinget gimana waktu dia nolak Pd Woo karena dia lagi nggak mau di sukai sama siapapun dan memilih untuk pura-pura nggak denger apa yang barusan Pd Woo katakan. 

Sarang bener-bener galau, dia setiap hari bertemu Pd Woo di kantor dan ini beneran nggak nyaman buat dia.

Sarang terus saja bergumam dan kali ini dia bergumam kenapa Pd Woo tidak berhenti saja dari pekerjaannya.


Saat itu Pd Woo datang, memberikan makanan dan kopi untuk Sarang, mengatakan kalo dirinya tidak akan berhenti lalu duduk di mejanya, kejadian barusan tentu membuat Sarang terkejut dan merasa tidak enak.


Pd Woo menyuruh Sarang untuk cepat makan dan dengan canggung Sarang berterima kasih.

Dari mejanya Sarang mulai meminum kopinya, dia sangat suka, ah bagaimana Pd Woo tau kalo dia suka menambahkan sirup di kopinya, Sarang tersenyum karena kopinya manis dan di mejanya Pd Woo tersenyum karena tingkah Sarang begitu manis.


Setau Sarang yang tau kalo dia suka menambahkan sirup ke kopinya itu hanya Woojung, eh setelah mengatakan itu Woojung mengirim pesan ke Sarang, ngajak minum sambil makan. Dari mejanya Pd Woo memperhatikan itu dan tidak suka melihatnya.
Sementara Sarang menyetujui ajakannya.


Sekarang ini Woojung dan Sarang sedang ada di sebuah kafe, mereka memesan dengan menyebutkan begitu detail apa yang diinginkan, sampai-sampai pelayan di sana di bikin pusing karena permintaan mereka yang tidak sederhana.

Tapi karena hal itu mereka malah bangga pada diri mereka sendiri, saat mau tos mereka jadi merasa canggung dan jadilah Woojung hanya menepuk bahu Sarang.


Setelah pesanan mereka datang, Sarang dan Woojung langsung meraciknya bersama. Namun baru saja bersulang, seseorang menghubungi Woojung, Sarang melihat dengan jelas siapa yang menelphone karena kebetulan hape Woojung ada di meja. Woojung jadi merasa tidak enak, tapi dia tetap memilih mengangkat telphonenya di luar.

Setelah Woojung keluar baru Sarang menunjukkan ketidaksukaannya dan bertanya-tanya siapa itu Maeum.


Woojung kembali setelah mengangkat telphone dan mengatakan jika di luar sangat panas, Sarang berusaha senormal mungkin saat menanyakan tentang Maeum dan reaksi Woojung langsung terkejut dan menjawab dengan terbata-bata jika dia orang kantornya. 
Canggung..

Melihat reaksi Sarang yang diam membuat Woojung ingin menjelaskan lagi tapi Sarang langsung memotongnya, dia tidak membutuhkan penjelasan juga.


Akhirnya Sarang dengan ragu bercerita kalo ada seseorang yang menyatakan perasaan kepadanya di tempat kerjanya, Woojung terkejut tapi berusaha menguasai dirinya, menanyakan siapa orang itu dan  apa mereka sekarang berkencan.

Dengan santai Sarang mengatakan kalo Woojung tidak perlu tau tentang hal itu, dari sana Woojung merasa marah tapi tetap ingin terlihat bahwa itu marah normal terhadap temannya sendiri, menurutnya tidak masalah membicarakannya dan tidak perlu menyembunyikan apapun.

Akhirnya Sarang bilang kalo yang menyatakan perasaan kepadanya adalah produser di kantornya dan dia terlihat seperti orang baik.

Mendengarnya Woojung menjadi kelu,  dia bertanya sekali lagi apa mereka sekarang berkencan. Tatapan Woojung yang mengintimidasinya membuat Sarang tidak bisa mengatakan apapun, sebagian hatinya linglung, tersesat di nanar tatapan Woojung.

*Sumpah ini kenapa jadi sastra banget gini sih hahahahaha

Woojung mencoba tertawa dan meminta Sarang untuk terbuka padanya, mereka kan teman jadi bisa menceritakan tentang apapun itu. Dan Sarang yang mencoba menyeimbangkan kepura-puraan Woojung itu tetap memilih untuk tidak menceritakannya dan berdebat perihal kenapa juga dia harus menceritakan hal itu.

Pelayan datang lagi, heran dengan yang tadi mereka baik-baik saja, sekarang malah bertengkar hebat. Mungkin pelayan itu berpikir kalo Woojung dan Sarang adalah pasangan yang sedang bertengkar karena salah satu ketahuan selingkuh karena sekarang Woojung semakin menyudutkan Sarang dengan bertanya apa mereka sudah berciuman dan bergandengan tanggan dan banyak hal lagi.

EPILOG
Maeum dengan begitu manisnya menyapa kamera
Q : “Maeum, apakah sesuatu yang baik terjadi?”
Maeum : “Iya.”
Q : “kita belum pernah melihat kalung itu sebelumnya, pasti kamu mendapatkannya sebagai hadiah?”
Maeum : “Apakah kalung ini cantik?”
Q : “Ya, itu cantik.”
Maeum : “Untunglah. Karena kalung itu aku memakai riasan dan menata rambutku. Aku bahkan membeli baju baru. Aku khawatir itu tidak cocok, syukurlah. Aku berharap dia akan mengetahuinya juga.”

1 komentar

  1. Kalau q jd srng jg lebih milih pd woo. Woojung bilang kl dia sk karn cntiknya tp kn kecntikan bisa hilang. Tp untuk prssn pd woo dia tulus banget.

    BalasHapus


EmoticonEmoticon